Metapos.id, Jakarta – Korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali bertambah. Suraji (40), seorang sekuriti hotel di sekitar lokasi yang ikut membantu memadamkan api sebagai relawan, meninggal dunia sehingga total korban tewas mencapai enam orang.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi kabar duka tersebut pada Jumat (23/10/2026). Suraji meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar yang dialaminya saat membantu pemadaman.
“Keluarga besar Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai,” kata Rudijanta, dikutip Jumat (23/10).
Suraji mengalami luka bakar saat terlibat dalam pemadaman api di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Meski sempat mendapatkan penanganan medis dan melewati masa kritis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Bapak Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai yang selama ini menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo, telah berpulang pada hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Rudijanta.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 15 Oktober 2026 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi Bromo.
Sebelum Suraji, lima orang lainnya telah meninggal dunia saat berupaya memadamkan api di titik Pusung Lingker, Probolinggo. Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), petugas Balai Besar TNBTS; Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel di sekitar lokasi; serta Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).







