• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, January 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
23 August 2022
in Ekbis
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,Metapos.id – Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian global dan dinamika resesi global.

Meski dinamika resesi global sudah mengemuka di Tanah Air, namun ekonomi nasional mampu unjuk gigi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan II–2022 terhadap triwulan II–2021 tumbuh sebesar 5,44 persen year on year (yoy).

Bank Indonesia (BI) merespons peningkatan ini ditopang oleh permintaan domestik yang meningkat, terutama konsumsi rumah tangga, dan peningkatan kinerja eskpor.

Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan, bahwa Indonesia mampu menghadapi badai dinamika resesi.

Ia menganalisis perekonomian nasional relatif aman dan sedang menuju masa pemulihan pascapandemi.

“Masa depan ekonomi global memang sedang gelap, akibat ketidakpastian. Tetapi, kondisi Indonesia sebenarnya dapat dikatakan baik-baik saja. Dengan pertumbuhan 5,44 persen, kita sedang dalam proses pemulihan ekonomi, menuju perbaikan. Setidaknya kita lebih baik dari Malaysia dan Singapura” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa, 22 Agustus.

Meski Indonesia kuat terhadap kondisi ekonomi global saat ini, Wealth Advisory Head Bank UOB Indonesia, Diendy Liu menyarankan agar setiap individu waspada dengan cara mengelola keuangan dengan baik.

Sebab, menurutnya, salah satu cara agar publik tidak terkena dampak yang signifikan akibat tekanan ekonomi ialah dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik di tengah situasi ketidakpastian ekonomi.

“Kita harus mengukur daya beli kita sebagai individu. Kita harus mulai pilah-pilah apa saja yang mau kita konsumsi. Ada yang disebut dengan penghasilan bersih setelah kita membayar pajak. Dari sana kita bisa mengalokasikan untuk kebutuhan pokok kita, antara sandang, pangan, papan, termasuk cicilan,” bebernya.

Untuk masuk dalam kategori individu yang kuat menahan tekanan dinamika ekonomi saat ini, maka menurut Diendy Liu, perencanaan keuangan dan membangun portofolio keuangan menjadi kuncinya.

Ia menambahkan, publik mesti mengetahui pula instrumen keuangan berdasarkan ragam pilihan yang aman demi menghindari dampak dari ketidakstabilan ekonomi yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi individu.

Selain dengan menguatkan perencanaan keuangan, Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma memberikan pilihan kepada publik dalam menguatkan ketahanan keuangannya dengan melakukan investasi melalui fintech yang telah resmi terdaftar di regulator.

Sebab, menurutnya, peran fintech diera saat ini sangat signifikan dalam membantu masyarakat, terutama dalam sektor investasi.

“Berdasarkan survei, Indonesia merupakan pengguna smartphone tertinggi nomor 4 di dunia. Dari sini kita bisa mengerti betapa pentingnya fintech yang umumnya ditawarkan melalui smartphone. Fintech selain mempermudah, juga secara biaya dapat lebih murah, karena pihak yang terkait lebih sedikit. Kedua, fintech lebih banyak pilihan sebagai aplikasi investasi,” ujarnya.

Bahkan, kata Ivan, Bank Indonesia telah mendukung perkembangan teknologi digital.

“BI saja mendukung perkembangan teknologi digital. Ini tergambar pada per 1 Juli 2022, BI itu meningkatkan batas uang elektronik bulanan dari yang sebelumnya hanya Rp10 juta, kini menjadi Rp20 juta. Itu untuk registered user. Jadi dapat dikatakan bahwa fintech sangat berkembang dari sisi transaksi, volume, bahkan dari sisi regulator pun mendukung”, tambahnya.

Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami menambahkan, kondisi ekonomi yang saat ini tidak stabil seharusnya dapat dimanfaatkan oleh publik agar lebih efisien dan efektif dalam mengelola keuangannya sehingga dapat menahan tekanan ekonomi yang dapat hadir sewaktu-waktu.

“Saya juga menekankan bahwa publik harus memahami literasi investasi. Sebab di tengah ketidakpastian saat ini, bisa saja krisis ekonomi hadir kembali. Namun jika kita semua dapat mengelola keuangan dengan baik, maka dampak buruk ketidakstabilan ekonomi tidak terlalu berpengaruh signifikan,” pungkasnya.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download karbonn firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
Tags: BpsEkonomi membaikMetapos.id
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Kapal Induk Amerika Serikat Bergerak Menuju Timur Tengah

Kapal Induk Amerika Serikat Bergerak Menuju Timur Tengah

by Taufik Hidayat
16 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perang pendamping ke kawasan Timur...

BRIN Paparkan Proses Terbentuknya Sinkhole di Sumbar

BRIN Paparkan Proses Terbentuknya Sinkhole di Sumbar

by Taufik Hidayat
16 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang...

Polda Metro Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis

Polda Metro Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis

by Taufik Hidayat
16 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam perkara dugaan pencemaran nama...

Libur Panjang Picu Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Puncak Bogor

Libur Panjang Picu Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Puncak Bogor

by Taufik Hidayat
16 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta - volume kendaraan terjadi di kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, bertepatan dengan libur panjang akhir pekan. Sejak...

Next Post
Peserta BI Fast Akan Bertambah 25 Bank

Peserta BI Fast Akan Bertambah 25 Bank

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Kredit Loyo Akibat Suku Bunga Naik? Tenang, BI Siapkan Insentif Ini

Indef Sebut BI Harus Segera Pangkas Suku Bunga Acuan

13 September 2024
Go Digital! Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards 2023

Go Digital! Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards 2023

1 April 2023

Trending.

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

26 December 2025
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Tak Ada Izin Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026

50 Ucapan Tahun Baru 2026 untuk Perusahaan yang Formal, Singkat, dan Berkesan

31 December 2025
BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

14 December 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini