Metapos.id, Jakarta – UEFA menilai pencabutan proposal saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Organisasi itu menuntut adanya jaminan bahwa rencana serupa tidak akan kembali diajukan di masa mendatang.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan tidak ada perubahan terhadap sikap mereka selama tuntutan tersebut belum dipenuhi. “Bagi kami, tidak ada yang berubah,” demikian isi pernyataan UEFA mengenai ancaman boikot kompetisi FIFA.
Perselisihan bermula dari proposal FIFA Forward Enterprise yang sempat mengusulkan penjualan sekitar 20 persen hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Gagasan tersebut memicu kritik luas karena dianggap disusun tanpa transparansi dan konsultasi yang memadai.
Di tengah tekanan tersebut, dukungan terhadap Infantino dilaporkan mulai tergerus dari sejumlah federasi sepak bola. Meski begitu, Presiden FIFA masih memperoleh dukungan dari beberapa asosiasi nasional dan konfederasi, terutama di kawasan Afrika serta sebagian Amerika Selatan.
Selain UEFA, serikat pemain dunia FIFPRO juga menyerukan reformasi tata kelola FIFA agar proses pengambilan keputusan lebih transparan. Sejumlah pihak menilai krisis ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem kepemimpinan organisasi sepak bola dunia.
Sementara itu, FIFA telah menyampaikan permintaan maaf atas penanganan proposal yang memicu polemik tersebut. Organisasi itu mengakui terdapat kekurangan dalam proses penyusunan rencana dan berjanji melakukan evaluasi terhadap tata kelola internal.
Meski proposal telah dibatalkan, hubungan antara UEFA dan FIFA masih belum sepenuhnya membaik. Ancaman boikot terhadap turnamen FIFA tetap terbuka hingga badan sepak bola dunia memenuhi tuntutan reformasi dan mampu mengembalikan kepercayaan para anggotanya.







