Metapos.id, Jakarta – Marc Marquez mengungkap masalah serius pada rem depan motor Ducati yang dialaminya saat balapan MotoGP Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).
Gangguan tersebut membuat pembalap Ducati Lenovo itu sempat berpikir untuk tidak melanjutkan balapan yang berlangsung selama 28 lap.
Marquez sebelumnya diprediksi mampu bersaing memperebutkan podium setelah melakukan sejumlah perubahan pada motor saat sesi pemanasan.
Namun, juara bertahan MotoGP itu justru mengalami kesulitan sejak awal balapan dan sempat melebar di Tikungan 1 pada lap ke-10.
Marquez akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima. Ia tertinggal lebih dari tujuh detik dari pemimpin balapan dan kehilangan 12 poin dari Jorge Martin dalam klasemen sementara.
“Tidak sulit untuk finis di posisi keempat, atau setidaknya berjuang untuk podium; saya rasa kecepatannya cukup,” kata Marquez, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).
“Kami mengalami kesulitan lebih besar dibandingkan akhir pekan-akhir pekan lainnya, tetapi kami tetap berhasil.”
Menurut Marquez, persoalan utama terdapat pada rem depan yang tidak konsisten. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mengendalikan motor, khususnya pada lap-lap awal.
“Namun masalahnya adalah, di bagian awal balapan, saya mengalami banyak sekali masalah dengan rem depan,” ujarnya.
Masalah tersebut bahkan membuat rem depan Marquez sempat tidak berfungsi ketika memasuki Tikungan 1. Ia kemudian mengambil jalur lebih lebar untuk menghindari risiko kecelakaan.
“Saat saya melakukan kesalahan di Tikungan 1, remnya kosong; tidak ada apa pun di sana.”
“Dan karena alasan itu, saya mengambil jalur yang sangat lebar. Saya merasa hari ini kami sangat beruntung, karena pada satu titik dalam balapan saya berpikir, ‘Oke, saya tidak bisa melanjutkan’.”
Kondisi rem kemudian perlahan membaik dari satu putaran ke putaran berikutnya. Marquez pun kembali meningkatkan kecepatannya dan mampu merebut beberapa posisi, meski momentum tersebut datang terlambat.
“Namun kemudian, rem dari satu putaran ke putaran berikutnya mulai berfungsi,” kata Marquez.
“Lalu saya mulai lebih cepat lagi, dan berhasil merebut beberapa posisi. Tapi jelas sudah terlambat,” timpal dia.
Marquez menilai Ducati dapat memanfaatkan data balapan untuk menganalisis masalah tersebut dan mencari solusi sebelum menghadapi seri berikutnya.
“Sisi positifnya adalah hal ini dapat dilihat dari data, sehingga mereka dapat menganalisis dan mencoba mencari solusi untuk masa depan,” ujarnya.
Pembalap asal Spanyol itu juga mengaku harus lebih berhati-hati saat melakukan pengereman pada awal balapan karena belum mengetahui respons rem depan di setiap titik pengereman.
“Kami mengalami masalah besar. Karena alasan itu, di lap-lap awal, saya tidak mengerem keras di titik-titik pengereman,” katanya.
“Saya hanya mencoba memahami di mana tuas depan berada di setiap titik pengereman, dan kemudian saya kehilangan banyak kendali di sana. Saya merasa sangat beruntung karena hari ini, posisi maksimal yang bisa diraih adalah kedua, ketiga, dan pada akhirnya kami finis di posisi kelima. Jadi, mari kita lihat saja nanti,” tukasnya.







