Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

DPR Tekankan Perpanjangan SPHP untuk Stabilkan Harga Beras Awal 2026

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 January 2026
in Nasional
DPR Tekankan Perpanjangan SPHP untuk Stabilkan Harga Beras Awal 2026

Metapos.id, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Eko Wahyudi, menyatakan bahwa perpanjangan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 31 Januari 2026 merupakan kebijakan yang relevan untuk menjaga stabilitas harga beras pada awal tahun.

Menurut Eko, beras sebagai bahan pangan utama memiliki pengaruh besar terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat peran pemerintah masih sangat dibutuhkan, terutama saat pergantian tahun yang kerap memicu peningkatan permintaan serta gangguan distribusi.

BACA JUGA

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

Ia menilai kelanjutan program SPHP mencerminkan keseriusan negara dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Kebijakan ini diyakini mampu menekan potensi kenaikan harga beras di pasar sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen.

“Setiap awal tahun selalu ada potensi kenaikan harga. Melalui SPHP, masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga yang lebih stabil,” kata Eko, Jumat (16/1/2026).

Eko juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan SPHP agar penyalurannya tepat waktu dan tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa kendala distribusi dapat mengurangi efektivitas upaya stabilisasi harga.

Untuk itu, Komisi IV DPR meminta Bulog bersama kementerian dan lembaga terkait memaksimalkan sisa kuota penyaluran SPHP tahun 2025 selama masa perpanjangan berlangsung. Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok dan dukungan anggaran harus diiringi dengan kelancaran distribusi di lapangan.

“Ketika stok dan anggaran sudah siap, maka tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menilai kebijakan tersebut berdampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Stabilnya harga beras diharapkan dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan stabilisasi harga tetap memperhatikan kepentingan petani. Pemerintah diminta menjaga keseimbangan agar harga gabah di tingkat produsen tidak mengalami tekanan.

Eko menegaskan, program SPHP tidak bisa dijadikan solusi permanen. Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat produksi pangan nasional, memperbaiki pengelolaan cadangan beras, serta membenahi sistem distribusi secara berkelanjutan.

“SPHP efektif sebagai langkah jangka pendek, namun ketahanan pangan hanya bisa terwujud melalui produksi yang kuat, distribusi yang efisien, dan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran beras SPHP tahun 2025 diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan Kementerian Keuangan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sebagai langkah antisipasi fluktuasi harga pangan pasca pergantian tahun.

Tags: BapanasBerasDPR RIEko WahyudiketersediaanmengendalikanMetapos.idSphp
Previous Post

Rossi Pasang Target Tinggi: VR46 Harus Kembali Menang di MotoGP 2026

Next Post

Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

Related Posts

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.
Nasional

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

20 October 2026
Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri
Nasional

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

20 October 2026
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas 7,22 hektare di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung pada 17–19 Oktober 2026.
Nasional

Karhutla Hanguskan Lahan di Sulteng hingga Bangka Belitung

20 October 2026
Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.
Nasional

Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Didalami Penyidik

20 October 2026
Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji
Nasional

Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji

20 October 2026
Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung
Nasional

Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung

20 October 2026
Next Post
Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini