Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

DPR Tekankan Perpanjangan SPHP untuk Stabilkan Harga Beras Awal 2026

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 January 2026
in Nasional
DPR Tekankan Perpanjangan SPHP untuk Stabilkan Harga Beras Awal 2026

Metapos.id, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Eko Wahyudi, menyatakan bahwa perpanjangan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 31 Januari 2026 merupakan kebijakan yang relevan untuk menjaga stabilitas harga beras pada awal tahun.

Menurut Eko, beras sebagai bahan pangan utama memiliki pengaruh besar terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat peran pemerintah masih sangat dibutuhkan, terutama saat pergantian tahun yang kerap memicu peningkatan permintaan serta gangguan distribusi.

BACA JUGA

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

Ia menilai kelanjutan program SPHP mencerminkan keseriusan negara dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Kebijakan ini diyakini mampu menekan potensi kenaikan harga beras di pasar sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen.

“Setiap awal tahun selalu ada potensi kenaikan harga. Melalui SPHP, masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga yang lebih stabil,” kata Eko, Jumat (16/1/2026).

Eko juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan SPHP agar penyalurannya tepat waktu dan tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa kendala distribusi dapat mengurangi efektivitas upaya stabilisasi harga.

Untuk itu, Komisi IV DPR meminta Bulog bersama kementerian dan lembaga terkait memaksimalkan sisa kuota penyaluran SPHP tahun 2025 selama masa perpanjangan berlangsung. Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok dan dukungan anggaran harus diiringi dengan kelancaran distribusi di lapangan.

“Ketika stok dan anggaran sudah siap, maka tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menilai kebijakan tersebut berdampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Stabilnya harga beras diharapkan dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan stabilisasi harga tetap memperhatikan kepentingan petani. Pemerintah diminta menjaga keseimbangan agar harga gabah di tingkat produsen tidak mengalami tekanan.

Eko menegaskan, program SPHP tidak bisa dijadikan solusi permanen. Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat produksi pangan nasional, memperbaiki pengelolaan cadangan beras, serta membenahi sistem distribusi secara berkelanjutan.

“SPHP efektif sebagai langkah jangka pendek, namun ketahanan pangan hanya bisa terwujud melalui produksi yang kuat, distribusi yang efisien, dan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran beras SPHP tahun 2025 diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan Kementerian Keuangan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sebagai langkah antisipasi fluktuasi harga pangan pasca pergantian tahun.

Tags: BapanasBerasDPR RIEko WahyudiketersediaanmengendalikanMetapos.idSphp
Previous Post

Rossi Pasang Target Tinggi: VR46 Harus Kembali Menang di MotoGP 2026

Next Post

Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

Related Posts

ASABRI hadir di Timika, Papua Tengah, untuk memberikan edukasi manfaat program sekaligus literasi keuangan bagi prajurit TNI.
Nasional

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

4 September 2026
Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus
Nasional

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

4 September 2026
BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?
Nasional

BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?

4 September 2026
Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan
Nasional

Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan

4 September 2026
Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota
Nasional

Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota

4 September 2026
Kemensos menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN yang sempat signifikan setelah masuknya 12 juta data baru dari BKKBN.
Nasional

Kemensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Berubah

4 September 2026
Next Post
Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

Negara-Negara Teluk Serukan Trump Hindari Serangan ke Iran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini