Metapos.id, Jakarta – Marc Marquez masih harus beradaptasi dengan kondisi lengan kanannya yang belum kembali seperti semula setelah mengalami sejumlah cedera dan menjalani beberapa operasi.
Dokter yang pernah menangani operasi Marc, Samuel Antuna, memperkirakan kekuatan lengan kanan pebalap Ducati tersebut kini hanya sekitar 50 persen dari kapasitas normal.
Kondisi itu semakin memburuk setelah Marc mengalami kecelakaan di MotoGP Indonesia pada tahun lalu.
“Sebelum kecelakaan di Indonesia, dia baik-baik saja. Dia bisa balapan, tidak merasakan sakit dan tidak mengeluhkan apa pun. Kecelakaan itu mengubah semuanya,” kata Antuna, dikutip dari berbagai sumber, Senin (07/09/2026).
Masalah Marc kemudian semakin kompleks setelah saraf radial di lengannya sempat tertekan serpihan tulang.
Kondisi tersebut membuat Marc kehilangan kendali atas lengannya dalam posisi tertentu saat mengendarai motor dan turut berkontribusi terhadap sejumlah kecelakaan.
Setelah menjalani operasi untuk mengatasi masalah tersebut, kondisi Marc membaik meski kekuatan lengan kanannya masih jauh di bawah lengan kiri.
“Dia memiliki latissimus dorsi yang kuat, tetapi secara mekanis terganggu. Hal yang sama berlaku pada teres major. Namun, masalah utamanya adalah dia kehilangan kekuatan pada bisep,” ujar Antuna.
“Lengan itu sangat terbatas dalam hal kekuatan, terutama pada bisep. Saya memperkirakan kekuatannya sekitar 50 persen dari kapasitasnya,” lanjutnya.
Antuna menjelaskan Marc tidak kehilangan otot secara keseluruhan, tetapi beberapa otot seperti trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pektoralis mayor terdampak berbagai operasi sehingga mengalami perubahan dan sedikit atrofi.
Meski kekuatan lengan kanan tidak sama dengan sisi kirinya, Marc mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut dan tetap bersaing di MotoGP.






