Friday, October 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Danantara-INA Suntik Rp13 Triliun untuk Proyek Pabrik Soda Api Chandra Asri

Afizahri by Afizahri
19 June 2025
in Ekbis
Kehadiran Danantara Buka Peluang Sektor Swasta Ikut Pembangunan Infrastruktur Nasional

Jakarta, Metapos.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) bakal berinvestasi pada proyek pabrik soda api dan Etilen Diklorida yang digarap anak usaha Chandra Asri Group.

Adapun nilai investasi bersama untuk proyek tersebut mencapai 800 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau setara dengan Rp13,03 triliun (kurs Rp16.291 per dolar AS).

BACA JUGA

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

Pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) itu sudah dimulai sejak tahun lalu. Pembangunan pabrik yang dikelola PT Chandra Asri Alkali (CAA) tersebut masih dalam tahap pertama, memiliki kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik padat per tahun setara dengan 827.000 ton dalam bentuk cair, dan 500.000 ton Etilen Diklorida.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, kolaborasi ini mendukung industri yang dapat ditingkatkan skalanya dan dapat mengurangi impor dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.

“Industrialisasi hilir merupakan inti dari transformasi ekonomi Indonesia dan menawarkan peluang besar bagi investor yang berwawasan ke depan,” kata dalam keterangan resmi, Selasa, 17 Juni.

Lebih lanjut, Pandu bilang investasi ini memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor pada produk-produk penting seperti soda api dan Etilen Diklorida.

“Di Danantara Indonesia, kami menyambut mitra global yang memiliki visi yang sama untuk membangun ekosistem industri yang tangguh dan bernilai tinggi dalam ekonomi Asia yang dinamis,” ucapnya.

Senada, Chief Executive Officer INA, Ridha Wirakusumah mengatakan hadirnya pabrik CA-EDC tersebut juga akan mengurangi ketergantungan impor soda api dan Etilen Diklorida, dengan proyeksi penghematan hingga Rp4,9 triliun per tahun.

“Dengan menggabungkan kekuatan investor institusional dengan kekuatan pemimpin industri, kami tidak hanya menangani keamanan pasokan yang strategis tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan industri jangka panjang dan terukur yang memperkuat daya saing dan ketahanan Indonesia dalam ekonomi global,” kata Ridha.

Tak hanya itu, produksi Ethylene Dichloride dari pabrik tersebut juga akan diekspor, sehingga menghasilkan potensi devisa hingga Rp5 triliun per tahunnya.

Selain manfaat ekonomi, Pabrik CA-EDC akan memungkinkan produksi domestik untuk berbagai input penting bagi industri seperti pengolahan air, pembuatan sabun dan deterjen, pemurnian alumina, dan pengolahan nikel.

Tags: Chandra AsriDanantaraINAMetapos.idPabrik soda
Previous Post

Dorong Efisiensi Dan Efektivitas Penyaluran Pupuk Subsidi, Petrokimia Gresik Fasilitasi Inovasi Karyawan Hingga Torehkan Nilai Tambah RP357 Miliar

Next Post

Apresiasi BTN, Menteri PKP dan Jajaran Buka Rekening Tabungan

Related Posts

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.
Ekbis

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

1 October 2026
Next Post
Apresiasi BTN, Menteri PKP dan Jajaran Buka Rekening Tabungan

Apresiasi BTN, Menteri PKP dan Jajaran Buka Rekening Tabungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini