Thursday, October 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
8 October 2026
in Ekbis
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.

Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.

Metapos.id, Jakarta – Pendidikan tinggi kerap dianggap sebagai salah satu jalan menuju karier dan kehidupan yang lebih mapan, tetapi perjalanan sejumlah miliarder dunia menunjukkan bahwa kesuksesan juga dapat ditempuh melalui jalur berbeda.

Sejumlah orang terkaya di dunia justru meninggalkan bangku kuliah atau bahkan berhenti sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan formal mereka.

Mengutip CNBC Indonesia dari Yahoo Finance, sekitar 25 persen miliarder pernah putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan tinggi.

Berikut 10 miliarder dunia yang berhasil membangun kekayaan fantastis meski tidak menyelesaikan kuliah.

  1. Mark Zuckerberg – US$204,2 Miliar

Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, meninggalkan Universitas Harvard setelah menyelesaikan tahun kedua kuliahnya untuk fokus mengembangkan Facebook yang dirintisnya dari kamar asrama.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan bisnis Zuckerberg hingga menjadikannya miliarder putus kuliah dengan kekayaan terbesar dalam daftar ini, sekitar US$204,2 miliar atau Rp3.657 triliun.

Zuckerberg memiliki sekitar 13 persen saham Meta dan bersama istrinya, Priscilla Chan, berkomitmen menyumbangkan 99 persen kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.

  1. Larry Ellison – US$188,1 Miliar

Larry Ellison dua kali meninggalkan bangku kuliah sebelum akhirnya mendirikan Oracle pada 1977.

Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Ellison masih menjabat sebagai ketua sekaligus chief technology officer Oracle dan memiliki kekayaan sekitar US$188,1 miliar atau Rp3.369 triliun.

  1. Michael Dell – US$151,2 Miliar

Michael Dell memulai bisnis komputer dari kamar asramanya ketika berkuliah di Universitas Texas.

Ketika bisnisnya berkembang, Dell memutuskan meninggalkan universitas untuk fokus membangun perusahaan yang kemudian menjadi salah satu produsen komputer pribadi terbesar di dunia.

Kekayaan Michael Dell kini diperkirakan mencapai US$151,2 miliar atau Rp2.707 triliun.

  1. Amancio Ortega – US$131,3 Miliar

Amancio Ortega bahkan meninggalkan sekolah ketika berusia 14 tahun.

Ia kemudian bekerja di sejumlah toko kemeja sebelum membangun kerajaan mode yang berkembang menjadi Inditex, perusahaan yang menaungi merek seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.

Ortega mundur dari posisi ketua Inditex pada 2011 dan kini dikenal sebagai orang terkaya di Spanyol dengan kekayaan sekitar US$131,3 miliar atau Rp2.351 triliun.

  1. Bill Gates – US$103 Miliar

Bill Gates meninggalkan Universitas Harvard untuk fokus mengembangkan Microsoft bersama Paul Allen.

Keputusan tersebut mengantarkannya membangun salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Kekayaan Gates diperkirakan mencapai US$103 miliar atau Rp1.844 triliun.

Gates juga dikenal sebagai filantropis dan menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk mendukung berbagai upaya sosial, termasuk memerangi kemiskinan dan penyakit.

  1. Gautam Adani – US$58,6 Miliar

Gautam Adani meninggalkan Universitas Gujarat ketika memasuki tahun kedua kuliah dan kemudian pindah ke Mumbai.

Ia mengawali karier di industri berlian sebelum membangun Adani Group yang berkembang ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan dan pertambangan batu bara hingga pelabuhan, logistik, pembangkit listrik, serta distribusi gas.

Kekayaan Adani diperkirakan mencapai US$58,6 miliar atau Rp1.049 triliun.

  1. Li Ka-shing – US$46,2 Miliar

Li Ka-shing berhenti sekolah pada usia 15 tahun setelah keluarganya pindah ke Hong Kong dan ayahnya meninggal akibat tuberkulosis.

Ia kemudian bekerja di pabrik plastik sebelum mendirikan perusahaan sendiri dan masuk ke bisnis properti.

Li kemudian mengakuisisi Hutchison Whampoa dan membangun kerajaan bisnis yang mencakup berbagai sektor, termasuk ritel dan teknologi.

Kekayaannya kini diperkirakan mencapai US$46,2 miliar atau Rp827 triliun.

  1. Jan Koum – US$16,9 Miliar

Jan Koum merupakan salah satu pendiri WhatsApp yang pernah berkuliah di San Jose State University, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.

Sebelum mendirikan WhatsApp, Koum bekerja di Yahoo selama sekitar sembilan tahun.

Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp dalam kesepakatan senilai sekitar US$22 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham.

Kekayaan Koum kini diperkirakan mencapai US$16,9 miliar atau Rp302 triliun.

  1. Ralph Lauren – US$13,7 Miliar

Ralph Lauren lahir di Bronx dari keluarga imigran Yahudi asal Rusia dan sempat bekerja paruh waktu di industri garmen ketika masih muda.

Ia kemudian membangun merek fesyen yang menggunakan namanya sendiri, sebelum kariernya melejit setelah Neiman Marcus memesan 1.200 dasi hasil desainnya.

Lauren meninggalkan kuliah dan berhasil membangun salah satu merek fesyen paling dikenal di dunia dengan kekayaan sekitar US$13,7 miliar atau Rp245 triliun.

  1. Gabe Newell – US$11 Miliar

Gabe Newell meninggalkan Harvard sebelum menyelesaikan pendidikannya dan kemudian mendirikan Valve Corporation pada 1998.

Valve berkembang menjadi salah satu perusahaan berpengaruh dalam industri gim PC, terutama melalui Steam yang menjadi platform distribusi gim digital populer.

Newell kini menjabat sebagai CEO Valve dengan kekayaan sekitar US$11 miliar atau Rp197 triliun.

Deretan miliarder tersebut menunjukkan bahwa tidak menyelesaikan kuliah tidak otomatis menghalangi seseorang mencapai kesuksesan finansial.

Namun, kisah mereka juga tidak berarti pendidikan tinggi menjadi tidak penting karena masing-masing memiliki perjalanan, peluang, kemampuan, dan strategi bisnis yang berbeda.

Kesamaan yang terlihat dari para miliarder tersebut adalah keberanian mengambil peluang, membangun bisnis, mengembangkan inovasi, serta membaca perubahan pasar.

Dengan demikian, kisah mereka lebih tepat dipandang sebagai gambaran bahwa kesuksesan memiliki banyak jalur, sementara pendidikan tinggi tetap menjadi salah satu pilihan untuk membangun masa depan.

 

BACA JUGA

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

Tags: Bill GatesHeadlineLarry EllisonMark ZuckerbergMetaposmiliarder duniaputus kuliah
Previous Post

Houthi Peringatkan Negara Asing Tak Ikut Perang

Next Post

Panggilan KPK Tak Dipenuhi, Ketua KPK Kritik Nusron

Related Posts

PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.
Ekbis

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

1 October 2026
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.
Ekbis

Superbank Dukung Ekspansi GrabCar Electric

1 October 2026
Prudential Syariah meraih tiga penghargaan dalam Prominent Awards 2026 untuk perlindungan kesehatan, transformasi asuransi, dan literasi syariah.
Ekbis

Prudential Syariah Borong Tiga Penghargaan

30 September 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

25 September 2026
Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta
Ekbis

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

24 September 2026
Next Post
Panggilan KPK Tak Dipenuhi, Ketua KPK Kritik Nusron

Panggilan KPK Tak Dipenuhi, Ketua KPK Kritik Nusron

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini