Metapos.id, Jakarta – China kembali mencatatkan kemajuan dalam sektor teknologi antariksa melalui peluncuran satelit uji coba terbaru. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan teknologi internet generasi berikutnya yang lebih canggih dan terintegrasi.
Peluncuran berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan. Misi ini menjadi salah satu proyek penting dalam program pengembangan komunikasi luar angkasa China.
Menurut otoritas setempat, satelit berhasil diluncurkan pada pukul 02.07 waktu Beijing. Satelit tersebut dibawa ke orbit menggunakan roket pembawa Long March-2D yang telah digunakan dalam berbagai misi sebelumnya.
Pihak pengendali misi mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan peluncuran berjalan sesuai rencana. Satelit juga dilaporkan berhasil memasuki orbit bumi yang telah ditentukan tanpa kendala teknis.
Misi utama satelit ini adalah menguji dan memverifikasi teknologi konektivitas broadband langsung antara telepon seluler dan satelit. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan akses internet yang lebih luas dan stabil di masa depan.
Selain itu, proyek ini menjadi langkah awal dalam pengembangan jaringan komunikasi terintegrasi antara ruang angkasa dan bumi. Sistem tersebut memungkinkan pertukaran data berlangsung lebih efisien tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur darat.
Apabila pengujian berjalan sukses, pengguna ponsel dapat menikmati layanan internet langsung dari satelit. Teknologi ini berpotensi memberikan akses konektivitas di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan BTS konvensional.
Keberhasilan peluncuran ini juga menjadi pencapaian penting bagi program antariksa China. Misi tersebut tercatat sebagai penerbangan ke-646 dalam sejarah penggunaan seri roket Long March yang terus mendukung berbagai proyek luar angkasa negara itu.






