Monday, August 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Chatib Basri: Sikap Pesimis Tingkatkan Risiko Terjadinya Resesi

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 October 2022
in Ekbis
Chatib Basri: Sikap Pesimis Tingkatkan Risiko Terjadinya Resesi

JAKARTA,Metapos id – Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengungkapkan, sikap pesimisme dapat meningkatkan risiko terjadinya resesi. Menurutnya, apabila konsumen beranggapan resei akan terjadi resesi jika mengurangi belanjanya, resesi justru semakin berisiko terjadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Chatib Basri melalui unggahan di akun Instagramnya, yang dikutip Senin 24 Oktober. Dia menuliskan mengapa pesimisme bisa membuat resesi benar-benar terjadi: animal spirits, paradox of thrift.

BACA JUGA

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

Chatib Basri menyampaikan penjelasan karya seminar ekonom John Maynard Keynes yang berjudul The General Theory of Employment, Interest, and Money. Di sana, Keynes yang merupakan ekonom terbesar abad 21 memperkenalkan konsep animal spirits.

Menurutnya, keputusan ekonomi ditentukan oleh faktor rasional dan psikologis, salah satunya mengenai ekspektasi. Chatib menjelaskan bahwa dalam konteks saat ini, jika orang memiliki ekspektasi bahwa resesi akan terjadi, maka dia akan memutuskan untuk tidak melakukan investasi.

“Akibatnya, permintaan agregat mengalami penurunan. Ketika permintaan permintaan mengalami penurunan, maka orang tidak akan tertarik untuk melakukan investasi, sehingga yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi semakin melambat, terjadilah backwash effect, yang akhirnya bisa membawa akibat kepada resesi,” ujar Chatib dalam akun Instagram @chatibbasri.

Menurutnya, perilaku yang sama pun terjadi di sisi konsumen. Ketika konsumen beranggapan bahwa resesi akan terjadi, maka orang-orang akan meningkatkan tabungannya dan belanja atau konsumsi berpotensi menurun.

Lebih lanjut kata Chatib Basri, jika belanja menurun maka permintaan agregat pun akan mengalami penurunan. Dalam kondisi itu, terjadilah perlambatan ekonomi, yang jika terus terjadi dapat menyebabkan resesi.

“Inilah yang disebut sebagai paradox of thrift,” katanya.

Chatib menyampaikan anjuran Keynes, bahwa dalam kondisi itu pemerintah perlu meningkatkan belanjanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan sosial untuk kelompok rentan.

Tags: Chatib BasriMetapos.idResesi
Previous Post

Perkuat Ekosistem Akademika, Alumni FEB Universitas Sumatera Utara Datangkan Profesor Harvard

Next Post

Kinerja Solid Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8%

Related Posts

Siswa SD di Sulteng Rasakan Manfaat Program MBG
Ekbis

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

23 August 2026
10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia
Ekbis

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

23 August 2026
BNI Sekuritas mengajak masyarakat belajar investasi melalui WondrX 2026, sekaligus memperkuat literasi pasar modal bagi investor pemula.
Ekbis

BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Mulai Investasi di WondrX 2026

22 August 2026
Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket
Ekbis

Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket

21 August 2026
PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama
Ekbis

PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama

21 August 2026
MEGA SHOW Hong Kong 2026
Ekbis

Ribuan Eksibitor Ramaikan MEGA SHOW Hong Kong 2026

20 August 2026
Next Post
Kinerja Solid Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8%

Kinerja Solid Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini