Metapos.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Syajaratun Thayyibah, kompleks kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Bahlil menyinggung tentang malam Lailatul Qadar yang dipercaya umat Islam sebagai malam penuh kemuliaan pada bulan Ramadan. Ia menyebut malam tersebut sebagai waktu yang sarat keberkahan bagi umat Muslim yang meningkatkan ibadah.
Namun, dalam suasana santai, Bahlil kemudian menyelipkan gurauan dengan mengaitkan Lailatul Qadar dengan dinamika politik partainya. Menurutnya, jika bagi umat beriman malam itu identik dengan keberkahan, maka bagi Golkar “lailatul qadar” diibaratkan sebagai saat ketika jumlah kursi partai bertambah.
Ucapan tersebut disampaikan di hadapan para kader serta tamu undangan yang hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut, dan sempat mengundang tawa dari para peserta acara.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Cholil Nafis, memberikan pandangan mengenai makna Lailatul Qadar dalam perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa malam tersebut merupakan salah satu momen paling istimewa dalam Ramadan.
Cholil Nafis menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan.
Karena itu, ia mengingatkan agar umat Islam memanfaatkan malam tersebut untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, makna Lailatul Qadar tidak sepatutnya disederhanakan dengan kepentingan duniawi, karena hakikatnya adalah malam turunnya rahmat dan keberkahan bagi hamba yang bersungguh-sungguh beribadah.













