Saturday, June 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Borobudur Pernah Hilang Ratusan Tahun, Tan Jin Sing Bantu Ungkap Kembali Jejaknya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 June 2026
in Lifestyle & Health
Borobudur Pernah Hilang Ratusan Tahun, Tan Jin Sing Bantu Ungkap Kembali Jejaknya

Metapos.id, Jakarta – Candi Borobudur saat ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling terkenal di Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa bangunan megah tersebut pernah terlupakan selama berabad-abad.

Kerajaan Mataram Kuno melalui Dinasti Syailendra membangun Borobudur pada sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Seiring berjalannya waktu, aktivitas masyarakat di kawasan itu berkurang dan membuat candi perlahan ditinggalkan.

BACA JUGA

Telur Bukan Biang Utama, Ini Penyebab Kolesterol Naik Saat Sarapan

TWS Dukung Timnas Korsel Lewat Single Baru “Dream With Us”

Akibatnya, sebagian besar bangunan tertutup tanah dan semak belukar. Selain itu, sejumlah bencana alam turut memengaruhi kondisi situs bersejarah tersebut.

Situasi itu berlangsung cukup lama hingga awal abad ke-19. Saat itu, kabar mengenai keberadaan bangunan kuno di wilayah Jawa sampai kepada Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai Letnan Gubernur Jawa.

Informasi tersebut berasal dari Tan Jin Sing, seorang pejabat keturunan Tionghoa yang menjabat sebagai Bupati Yogyakarta.

Sekitar tahun 1813, Tan Jin Sing menerima laporan dari seorang mandor di kawasan Bumisegoro. Mandor itu menemukan bangunan besar yang tertutup tumbuhan liar dan timbunan tanah.

Tan Jin Sing kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Raffles. Karena memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan peninggalan kuno, Raffles segera merespons laporan itu.

Selanjutnya, Raffles meminta Tan Jin Sing melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Saat berada di kawasan tersebut, Tan menemukan sebuah bangunan kuno yang kondisinya masih tertutup vegetasi.

Di sisi lain, masyarakat sekitar sebenarnya telah lama mengetahui keberadaan bangunan tersebut. Namun, mereka belum melihatnya sebagai situs bersejarah yang bernilai penting.

Temuan itu mendorong Raffles mengambil langkah lanjutan. Ia membentuk tim khusus untuk membersihkan sekaligus meneliti area candi.

Selain itu, Raffles menggandeng arkeolog Belanda Christian Cornelius yang berpengalaman menangani berbagai situs kuno di Pulau Jawa.

Cornelius bersama Tan Jin Sing dan ratusan warga mulai membuka area candi. Mereka membersihkan semak-semak dan menggali tanah yang menutupi struktur bangunan.

Setelah beberapa pekan pengerjaan, bentuk asli Borobudur mulai terlihat. Kemegahan bangunan yang lama tersembunyi akhirnya kembali terungkap.

Setelah itu, Cornelius menyusun laporan rinci mengenai kondisi candi. Ia kemudian menyerahkan hasil temuannya kepada Raffles sebagai dokumentasi resmi.

Sejak saat itu, Borobudur mulai menarik perhatian para peneliti dan pemerhati sejarah dari berbagai negara Eropa. Sementara itu, penelitian lanjutan terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak informasi mengenai situs tersebut.

Meski bukan pihak pertama yang mengetahui keberadaan Borobudur, Tan Jin Sing, Raffles, dan Cornelius memainkan peran penting dalam memperkenalkan kembali candi tersebut kepada dunia.

Ketika pemerintahan Inggris berakhir pada 1816, pemerintah kolonial Belanda melanjutkan proses penelitian dan pemugaran. Karena itu, kondisi Borobudur terus mengalami perbaikan dari masa ke masa.

Kini, Candi Borobudur berdiri sebagai salah satu warisan budaya paling berharga di Indonesia. Selain menjadi destinasi wisata unggulan, situs ini juga menjadi pusat kajian sejarah dan arkeologi yang dikenal secara internasional.

Tags: Arkeologibudaya IndonesiaChristian CorneliusDinasti SyailendraMagelangMetapos.idSejarah Borobudursejarah IndonesiaTan Jin SingThomas Stamford RafflesWarisan Budaya UNESCO
Previous Post

Bahlil Tegaskan BBM dan LPG Bersubsidi Tidak Naik Sampai Desember 2026

Related Posts

Silmy Karim Jadi Tersangka, KPK Selidiki Kemungkinan Hilangkan Barang Bukti
Lifestyle & Health

Telur Bukan Biang Utama, Ini Penyebab Kolesterol Naik Saat Sarapan

6 June 2026
TWS Dukung Timnas Korsel Lewat Single Baru “Dream With Us”
Lifestyle & Health

TWS Dukung Timnas Korsel Lewat Single Baru “Dream With Us”

5 June 2026
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS
Lifestyle & Health

Ebola di Kongo Tewaskan 62 Orang, Uganda Perketat Pengawasan

5 June 2026
Ciri-Ciri Orang Toksik di Sekitar Anda dan Cara Menghadapinya dengan Tepat
Lifestyle & Health

Ciri-Ciri Orang Toksik di Sekitar Anda dan Cara Menghadapinya dengan Tepat

4 June 2026
Masa Kritis Berhenti Merokok Terjadi di 2 Bulan Pertama, Banyak Perokok Gagal pada Fase Ini
Lifestyle & Health

Masa Kritis Berhenti Merokok Terjadi di 2 Bulan Pertama, Banyak Perokok Gagal pada Fase Ini

3 June 2026
Anak Gagal SNBT 2026? Psikolog Minta Orangtua Utamakan Dukungan Emosional
Lifestyle & Health

Anak Gagal SNBT 2026? Psikolog Minta Orangtua Utamakan Dukungan Emosional

1 June 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini