Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi selama bulan Ramadhan 2026 yang berlangsung pada Februari. Kendati demikian, BMKG memprediksi intensitas hujan ekstrem akan berangsur menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa sejumlah wilayah masih berpeluang mengalami hujan, terutama di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Meski hujan masih berpotensi terjadi, tingkat ekstremitasnya diperkirakan tidak sekuat sebelumnya.
“Potensi hujan masih ada, namun intensitasnya cenderung menurun,” kata Andri saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia yang diperkirakan masih aktif hingga April 2026. Bibit siklon ini dapat memicu peningkatan curah hujan dalam waktu relatif singkat, berkisar antara tiga hingga sepuluh hari.
Secara klimatologis, BMKG mencatat bahwa tren cuaca ekstrem menunjukkan kecenderungan melemah dari Februari menuju Maret 2026.
Namun demikian, munculnya siklon tropis secara mendadak tetap berpotensi meningkatkan risiko hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi, khususnya selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026.












