Wednesday, July 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Afizahri by Afizahri
16 November 2023
in Ekbis
Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Jakarta,Metapos.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan, bisnis ritel nasional masih belum pulih 100 persen saat ini.

Hal tersebut utamanya dikarenakan badai pandemi COVID-19 yang sempat melanda Indonesia.

BACA JUGA

ASABRI Hadirkan Klaim Online, Peserta Bisa Ajukan Klaim dari Mana Saja

Produk Jawa Barat Siap Tembus Eropa dengan Teknologi RFID Blockchain PERURI

“Setelah pandemi 2,5 tahun, industri atau ritel modern sampai hari ini belum pulih. Kami masih dalam anomali,” ujar Roy kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 15 November.

Roy menyebut, meski badai pandemi sudah selesai namun bisnis ritel harus dihadapkan dengan sejumlah tantangan lainnya, baik dari dalam negeri maupun secara global.

“Ritel modern kami dihadapkan dengan berbagai masalah dan peristiwa, tidak hanya di dalam negeri tapi juga global. Apalagi, sekarang ada permasalahan geopolitik,” kata dia.

Dia melanjutkan, ada juga beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi, antara lain anomali di sektor keuangan dan ancaman perubahan iklim atau climate change.

Tak hanya itu, Roy menyebut inflasi di berbagai negara pun masih tinggi. Sehingga, banyak negara maju yang berusaha menjaga inflasinya, salah satunya Fed Fund Rate (FFR) di Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga di posisi lima persenan.

Menurut Roy, kenaikan suku bunga tersebut memengaruhi suplai dan permintaan sektor ritel modern secara global.

“Inflasi ini menjadi permasalahan yang tidak cepat selesai. Ada suplai yang terganggu karena suplainya kurang, maka permintaannya terganggu,” ucap Roy.

Meski begitu, Roy berharap, pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 4,2 persen hingga akhir 2023 ini.

Pada tahun lalu, lanjutnya, pertumbuhan industri ritel hanya menembus sekitar 3,8 persen sampai 3,9 persen.

“Rata-rata pertumbuhan ritel di tahun ini diperkirakan bisa mencapai 4-4,2 persen dengan catatan optimis tapi waspada,” tuturnya.

Dia mengaku, target pertumbuhan ritel itu bisa dicapai asalkan kondusifitas tetap terjaga. Kondusifitas yang dimaksud ada dalam dua aspek.

Pertama, kondusifitas menuju Pemilu 2024. Roy mengingatkan, agar masyarakat berpolitik dengan dewasa selama masa pesta demokrasi. Kedua, kestabilan pasokan dan harga pangan.

Tags: Bisnis ritelKetum AprindoMetapos.id
Previous Post

Bos Garuda Pede Jumlah Penumpang Naik 30 Persen di Periode Natal dan Tahun Baru

Next Post

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Related Posts

ASABRI Hadirkan Klaim Online, Peserta Bisa Ajukan Klaim dari Mana Saja
Ekbis

ASABRI Hadirkan Klaim Online, Peserta Bisa Ajukan Klaim dari Mana Saja

30 June 2026
Produk Jawa Barat Siap Tembus Eropa dengan Teknologi RFID Blockchain PERURI
Ekbis

Produk Jawa Barat Siap Tembus Eropa dengan Teknologi RFID Blockchain PERURI

30 June 2026
Pesawat Airbus A321 Alami Insiden di Udara, Investigasi Resmi Digelar
Ekbis

Resmi Berlaku, Harga Gas LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU

30 June 2026
RUPST BEI 2026 Setujui Direksi Baru dan Laporan Keuangan 2025
Ekbis

RUPST BEI 2026 Setujui Direksi Baru dan Laporan Keuangan 2025

29 June 2026
Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri
Ekbis

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri

26 June 2026
Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata
Ekbis

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

26 June 2026
Next Post
Ada Ancaman Resesi Global 2023, Menparekraf Sandiaga Racik Ulang Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan Mancanegara

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini