Saturday, May 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Afizahri by Afizahri
16 November 2023
in Ekbis
Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Jakarta,Metapos.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan, bisnis ritel nasional masih belum pulih 100 persen saat ini.

Hal tersebut utamanya dikarenakan badai pandemi COVID-19 yang sempat melanda Indonesia.

BACA JUGA

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

“Setelah pandemi 2,5 tahun, industri atau ritel modern sampai hari ini belum pulih. Kami masih dalam anomali,” ujar Roy kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 15 November.

Roy menyebut, meski badai pandemi sudah selesai namun bisnis ritel harus dihadapkan dengan sejumlah tantangan lainnya, baik dari dalam negeri maupun secara global.

“Ritel modern kami dihadapkan dengan berbagai masalah dan peristiwa, tidak hanya di dalam negeri tapi juga global. Apalagi, sekarang ada permasalahan geopolitik,” kata dia.

Dia melanjutkan, ada juga beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi, antara lain anomali di sektor keuangan dan ancaman perubahan iklim atau climate change.

Tak hanya itu, Roy menyebut inflasi di berbagai negara pun masih tinggi. Sehingga, banyak negara maju yang berusaha menjaga inflasinya, salah satunya Fed Fund Rate (FFR) di Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga di posisi lima persenan.

Menurut Roy, kenaikan suku bunga tersebut memengaruhi suplai dan permintaan sektor ritel modern secara global.

“Inflasi ini menjadi permasalahan yang tidak cepat selesai. Ada suplai yang terganggu karena suplainya kurang, maka permintaannya terganggu,” ucap Roy.

Meski begitu, Roy berharap, pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 4,2 persen hingga akhir 2023 ini.

Pada tahun lalu, lanjutnya, pertumbuhan industri ritel hanya menembus sekitar 3,8 persen sampai 3,9 persen.

“Rata-rata pertumbuhan ritel di tahun ini diperkirakan bisa mencapai 4-4,2 persen dengan catatan optimis tapi waspada,” tuturnya.

Dia mengaku, target pertumbuhan ritel itu bisa dicapai asalkan kondusifitas tetap terjaga. Kondusifitas yang dimaksud ada dalam dua aspek.

Pertama, kondusifitas menuju Pemilu 2024. Roy mengingatkan, agar masyarakat berpolitik dengan dewasa selama masa pesta demokrasi. Kedua, kestabilan pasokan dan harga pangan.

Tags: Bisnis ritelKetum AprindoMetapos.id
Previous Post

Bos Garuda Pede Jumlah Penumpang Naik 30 Persen di Periode Natal dan Tahun Baru

Next Post

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Related Posts

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar
Ekbis

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

30 April 2026
Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026
Ekbis

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

30 April 2026
RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh
Ekbis

RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh

30 April 2026
Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis
Ekbis

Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis

29 April 2026
Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah  di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum
Ekbis

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

29 April 2026
Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026
Ekbis

Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026

27 April 2026
Next Post
Ada Ancaman Resesi Global 2023, Menparekraf Sandiaga Racik Ulang Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan Mancanegara

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini