Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Afizahri by Afizahri
16 November 2023
in Ekbis
Bisnis Ritel Belum Pulih 100 Persen Sejak Pandemi, Ini Komentar Ketum Aprindo

Jakarta,Metapos.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan, bisnis ritel nasional masih belum pulih 100 persen saat ini.

Hal tersebut utamanya dikarenakan badai pandemi COVID-19 yang sempat melanda Indonesia.

BACA JUGA

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

“Setelah pandemi 2,5 tahun, industri atau ritel modern sampai hari ini belum pulih. Kami masih dalam anomali,” ujar Roy kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 15 November.

Roy menyebut, meski badai pandemi sudah selesai namun bisnis ritel harus dihadapkan dengan sejumlah tantangan lainnya, baik dari dalam negeri maupun secara global.

“Ritel modern kami dihadapkan dengan berbagai masalah dan peristiwa, tidak hanya di dalam negeri tapi juga global. Apalagi, sekarang ada permasalahan geopolitik,” kata dia.

Dia melanjutkan, ada juga beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi, antara lain anomali di sektor keuangan dan ancaman perubahan iklim atau climate change.

Tak hanya itu, Roy menyebut inflasi di berbagai negara pun masih tinggi. Sehingga, banyak negara maju yang berusaha menjaga inflasinya, salah satunya Fed Fund Rate (FFR) di Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga di posisi lima persenan.

Menurut Roy, kenaikan suku bunga tersebut memengaruhi suplai dan permintaan sektor ritel modern secara global.

“Inflasi ini menjadi permasalahan yang tidak cepat selesai. Ada suplai yang terganggu karena suplainya kurang, maka permintaannya terganggu,” ucap Roy.

Meski begitu, Roy berharap, pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 4,2 persen hingga akhir 2023 ini.

Pada tahun lalu, lanjutnya, pertumbuhan industri ritel hanya menembus sekitar 3,8 persen sampai 3,9 persen.

“Rata-rata pertumbuhan ritel di tahun ini diperkirakan bisa mencapai 4-4,2 persen dengan catatan optimis tapi waspada,” tuturnya.

Dia mengaku, target pertumbuhan ritel itu bisa dicapai asalkan kondusifitas tetap terjaga. Kondusifitas yang dimaksud ada dalam dua aspek.

Pertama, kondusifitas menuju Pemilu 2024. Roy mengingatkan, agar masyarakat berpolitik dengan dewasa selama masa pesta demokrasi. Kedua, kestabilan pasokan dan harga pangan.

Tags: Bisnis ritelKetum AprindoMetapos.id
Previous Post

Bos Garuda Pede Jumlah Penumpang Naik 30 Persen di Periode Natal dan Tahun Baru

Next Post

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Related Posts

Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
Next Post
Ada Ancaman Resesi Global 2023, Menparekraf Sandiaga Racik Ulang Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan Mancanegara

Sandiaga Uno Sebut Devisa Pariwisata Mencapai 6 Miliar Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini