Metapos.id, Jakarta – Sejumlah dokter menyoroti risiko kesehatan setelah berat badan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meningkat sekitar 10 kilogram dalam tiga tahun.
Direktur Pusat Nasional untuk Berat Badan dan Kesejahteraan, Dr. Scott Kahan, mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian untuk mencegah risiko kesehatan lebih lanjut.
“Kita tahu bahwa obesitas merupakan faktor risiko kuat untuk berbagai masalah kesehatan, termasuk kecacatan dan kematian dini,” kata Kahan kepada Washington Post dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/09/2026).
“Mengatasi obesitas untuk melindungi kesehatan Presiden harus menjadi prioritas yang sama seperti Secret Service memastikan perlindungan untuk keselamatannya,” lanjutnya, seperti dikutip Independent.
Dalam pemeriksaan kesehatan pada Mei, bobot tubuh Trump dilaporkan mencapai sekitar 238 pon atau sekitar 108 kilogram. Angka tersebut 14 pon lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya dan 23 pon lebih tinggi dibandingkan tiga tahun lalu.
Trump yang kini berusia 80 tahun diketahui kerap mengonsumsi McDonald’s dan Diet Coke. Ia juga disebut memiliki kebiasaan ngemil pada larut malam.
Kondisi kesehatan Trump sebelumnya beberapa kali menjadi sorotan setelah publik melihat memar pada tangannya dan pembengkakan pada kakinya.
Dokter Gedung Putih sebelumnya menyarankan Trump mengonsumsi makanan sehat dan lebih banyak berolahraga untuk menurunkan berat badan. Namun, saran tersebut dinilai belum memberikan perubahan berarti.
Dr Stuart Fischer, mantan dokter ruang gawat darurat yang kini menjadi dokter spesialis penyakit dalam, mengatakan dokter pribadi Trump seharusnya mengambil langkah lebih serius terkait persoalan berat badannya.
“Fakta bahwa dokternya belum berhasil meyakinkannya tentang berat badan, menurut saya agak menarik,” ucapnya.
“Ini seharusnya menjadi perhatian,” lanjutnya.
Gedung Putih Bantah Kekhawatiran
Gedung Putih membantah kekhawatiran mengenai kondisi fisik Trump. Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle mengatakan kondisi sang Presiden sangat baik.
“Ketajaman Presiden Trump, energi yang tak tertandingi, etos kerja yang tak kenal lelah, dan aksesibilitas historisnya sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama pemerintahan sebelumnya ketika Demokrat dan media arus utama sengaja menutupi penurunan mental dan fisik Joe Biden dari rakyat Amerika,” kata Ingle kepada Washington Post.
“Presiden Trump adalah presiden paling tajam dan paling mudah diakses dalam sejarah Amerika yang bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan masalah dan menepati janjinya,” imbuhnya.







