Metapos.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat transparansi pasar modal Indonesia melalui pengayaan data kepemilikan saham dan perluasan cakupan pemantauan High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas informasi pasar, memperkuat perlindungan investor, serta menyediakan referensi yang lebih terperinci untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.
Pada aspek data kepemilikan saham, BEI dan KSEI menambahkan informasi mengenai kepemilikan lokal dan asing pada data yang sebelumnya telah disusun berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor. Penambahan ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.
Informasi kepemilikan saham tersebut didistribusikan secara konsisten oleh BEI dan KSEI setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui situs resmi BEI. Dengan adanya pemilahan kepemilikan lokal dan asing, investor dapat memperoleh informasi yang lebih terperinci untuk memahami komposisi pemegang saham perusahaan tercatat.
Selain memperkaya informasi kepemilikan, kedua lembaga tersebut menyempurnakan metodologi High Shareholding Concentration atau HSC dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek peninjauan. Sebelumnya, penggunaan price impact ratio dalam metodologi HSC mencakup saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Melalui penyempurnaan terbaru, cakupan peninjauan menggunakan price impact ratio diperluas hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Perubahan ini memungkinkan pemantauan konsentrasi kepemilikan dilakukan terhadap kelompok saham yang lebih luas sehingga kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia dapat tergambarkan secara lebih komprehensif.
Perluasan cakupan HSC dan penambahan informasi kepemilikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas transparansi pasar. Ketersediaan data yang lebih lengkap dapat membantu investor memahami struktur kepemilikan saham serta menjadi salah satu referensi dalam mempertimbangkan keputusan investasi.
BEI dan KSEI menyatakan komitmennya untuk terus menyempurnakan kualitas dan keandalan data pasar secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengacu pada praktik terbaik global serta mempertimbangkan masukan dari investor dan penyedia indeks global.
Penguatan transparansi pasar modal diharapkan turut meningkatkan kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia. Informasi yang lebih lengkap dan terperinci juga dapat mendukung investor dalam melakukan analisis dengan mempertimbangkan struktur kepemilikan serta konsentrasi saham pada perusahaan tercatat.
Data kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi dan tipe investor, termasuk pemilahan kepemilikan lokal dan asing, dapat diakses melalui situs resmi BEI pada menu Perusahaan Tercatat, bagian Data Kepemilikan Saham. Informasi tersebut tersedia melalui https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/data-kepemilikan-saham/.
Sementara itu, informasi mengenai High Shareholding Concentration dapat diakses melalui menu Perusahaan Tercatat, bagian Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi, pada situs resmi BEI di https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/kepemilikan-saham-terkonsentrasi-tinggi/.
Melalui pengayaan data kepemilikan dan penyempurnaan metodologi HSC, BEI dan KSEI melanjutkan upaya memperkuat keterbukaan informasi pasar modal. Langkah ini diharapkan dapat menyediakan dasar informasi yang lebih memadai bagi investor sekaligus mendukung pengembangan pasar modal Indonesia yang transparan dan kredibel.






