Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bappenas: 27 Kawasan Industri Berpotensi Diterapkan Konsep Eco Industrial Park

Afizahri by Afizahri
5 July 2024
in Ekbis
Bappenas: Potensi Kerugian Akibat Sampah Makanan Tembus Rp551 Triliun Setiap Tahun

Jakarta , Metapos.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebut, sebanyak 27 kawasan industri prioritas nasional berpotensi untuk diterapkan konsep industri hijau atau Eco Industrial Park (EIP).

“Ada beberapa kawasan industri yang memang kami dorong untuk menjadi kawasan industri hijau. Terhadap 27 kawasan industri prioritas nasional berpotensi untuk diterapkan konsep industri hijau,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti dalam acara Green Economy Expo 2024: Advancing Technology, Innovation and Circularity di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, dipantau secara daring pada Kamis, 4 Juli.

BACA JUGA

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

Adapun kebijakan pengembangan kawasan industri hijau atau EIP bertujuan untuk mendorong proses produksi bersih dalam industri agar material dapat digunakan kembali. Lalu, menjamin kualitas produksi dan meningkatkan nilai ekonomi material.

Kemudian, mendorong produk hijau atau green product yang berkelanjutan melalui percepatan proses pertukaran limbah dan sumber daya dan terselenggaranya pengelolaan kawasan industri yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara bersamaan.

Amalia menyebut, salah satu negara yang sudah memiliki kawasan industri hijau adalah Denmark, yakni Eco Industrial Park Kalundborg.

Dalam paparannya, disebutkan bahwa Denmark berhasil mereduksi 635.000 ton karbon dioksida (CO2), lalu menyimpan air hingga 3,6 juta meter kubik hingga mendaur ulang 87.000 ton sisa material.

“Pada saat kami ada kesempatan ke Denmark mengunjungi Kalundborg Industrial Park, itu adalah salah satu kawasan industri terbaik di dunia yang betul-betul menerapkan prinsip ekonomi sirkular,” ucapnya.

Pada saat berkonsultasi dan diskusi dengan pengelola dan salah satu perusahaan industri di sana, kata Amalia, mereka menyebut kunci untuk menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular di dalam kawasan itu adalah kolaborasi antar industri dan perusahaan.

“Mereka melihat dengan kolaborasi, waste atau limbah dari industri yang satu itu menjadi bahan baku untuk industri yang kedua. Kemudian, industri yang kedua ini punya limbah diolah lagi oleh industri ketiga,” tuturnya.

Ternyata, kata Amalia, dengan kolaborasi dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular tersebut, bisa memberikan profit tambahan terhadap perusahaan-perusahaan itu dan menjadi peluang bisnis baru.

“Artinya, memang untuk menerapkan ekonomi hijau itu sebaiknya kami tidak independen atau sendiri-sendiri. Terutama untuk menerapkan ekonomi sirkular, karena untuk menerapkan ekonomi sirkular ini perlu kolaborasi lintas pemangku kepentingan, terutama kolaborasi lintas perusahaan,” ungkap Amalia.

Meski begitu, Bappenas tetap mengapresiasi sejumlah perusahaan industri yang sudah mulai menerapkan ekonomi sirkular. “Saya apresiasi ada Semen Gresik, Chandra Asri sudah menerapkan ekonomi sirkular dengan sangat baik,” katanya.

Tags: BappenasKawasan industriMetapos.id
Previous Post

BTN Raih Penghargaan Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year dalam Ajang ABF Wholesale Banking Awards 2024

Next Post

Kemenhub Sudah Revitalisasi 38 Terminal Tipe A Sejak 2019 hingga 2023

Related Posts

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Next Post
Indonesia Punya Terminal Barang Internasional Baru di NTT

Kemenhub Sudah Revitalisasi 38 Terminal Tipe A Sejak 2019 hingga 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini