Tuesday, November 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bapanas Ajak Industri Optimalkan Potensi Pangan Lokal

Afizahri by Afizahri
13 July 2024
in Ekbis
Bapanas Ajak Industri Optimalkan Potensi Pangan Lokal

Jakarta , Metapos.id – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus dorong industri pangan untuk mengangkat potensi pangan lokal. Langkah ini sebagai mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto mengatakan salah satu pangan lokal yang bisa dikembanhkan adalah sagu.

BACA JUGA

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan sagu PT Galih Sagu Pangan di Tangerang, Banten.

Dalam kunjungannya, Andriko menegaskan bahwa sudah saatnya pangan lokal diangkat dan dijadikan bagian integral dari ketahanan pangan nasional.

“Kita memiliki banyak potensi pangan lokal seperti sagu yang belum dioptimalkan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Pangan, sudah waktunya kita memanfaatkan sumber daya ini untuk mendukung kemandirian pangan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 12 Juli.

Andriko menegaskan, pentingnya mengangkat pangan lokal sesuai amanat Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012.

Berdasarkan data, lanjutnya, selama sepuluh tahun terakhir Indonesia mengalami pergeseran pola konsumsi yang semakin seragam.

“Hal ini memiliki risiko jika terjadi kerentanan pangan sehingga perlu diantisipasi. Diversifikasi pangan sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Sudah saatnya kita mengangkat pangan lokal seperti sagu yang memiliki potensi besar,” ujarnya.

Andriko mengatakan, Bapanas berkomitmen untuk menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CCP) maupun Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) selain beras, sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

“Dengan sinergi antara stakeholder pangan, baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita dapat mengoptimalkan potensi lokal setiap daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional,” kata Andriko.

Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyatakan, diversifikasi pangan merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan seperti beras.

“Diversifikasi pangan tidak hanya penting untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat. Pangan lokal seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian memiliki nilai gizi yang tinggi dan bisa menjadi alternatif yang sehat,” jelas Arief.

Menurut Arief, pengembangan pangan lokal seperti sagu tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga memperkuat perekonomian daerah.

“Badan Pangan Nasional berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan pangan lokal dalam program-program ketahanan pangan nasional,” tegas Arief.

Sekadar informasi, PT Galih Sagu Pangan sendiri sudah memproduksi beras sagu dari tahun 2018.

Orientasi dari Industri Kecil Menengah (IKM) ini adalah menjadikan beras sagu sebagai alternatif ketahanan pangan lokal masyarakat di seluruh Nusantara maupun Mancanegara.

Ada berbagai jenis produk yang dihasilkan dari olahan sagu seperti snack dan mie sagu, serta produk unggulannya yaitu beras sagu.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi sagu nasional pada 2022 mencapai 367.132 ton, dengan Riau sebagai provinsi penghasil terbesar yang menyumbang 274.807 ton.

Produksi sagu ini menunjukkan potensi besar alternatif pangan selain beras, dimulai dari mengembalikan kebiasaan konsumsi sagu sebagai makanan pokok seperti di wilayah Papua, Maluku, atau wilayah timur lainnya.

Tags: BapanasMetapos.idPangan lokal
Previous Post

Combiphar Dukung The Indonesia Pro-Am dan Celebrity Pro-AM Golf 2024, Perkuat Komitmen Wujudkan Masyarakat Sehat

Next Post

Menteri ESDM Arifin Tasrif: Biodiesel 40 Persen Berlaku Awal Tahun 2025

Related Posts

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak
Ekbis

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

3 November 2026
Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif
Ekbis

WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif

2 November 2026
Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia
Ekbis

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

1 November 2026
Next Post
Peningkatan Nilai Tambah Mineral Dukung Transisi Energi

Menteri ESDM Arifin Tasrif: Biodiesel 40 Persen Berlaku Awal Tahun 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini