Metapos.id, Jakarta — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada awal April 2026. Presiden Donald Trump memperingatkan akan menghancurkan Iran jika negosiasi gagal.
Namun, militer Iran segera merespons pernyataan tersebut. Mereka bahkan menjanjikan serangan balasan yang lebih luas dan destruktif.
Sementara itu, komando militer Khatam Al-Anbiya menegaskan perang akan terus berlanjut. Selain itu, mereka menyatakan akan memaksa musuh menyerah.
Di sisi lain, Trump menyampaikan pidato di Gedung Putih pada Rabu malam. Ia mengklaim operasi militer AS hampir mencapai tujuan utama.
Menurutnya, pasukan AS meraih kemenangan cepat dan menentukan. Ia juga menyebut hasil tersebut jarang terjadi dalam perang modern.
Selain itu, Trump mengatakan kekuatan militer Iran telah melemah signifikan. Ia mengklaim angkatan laut dan udara Iran hampir hancur.
Lebih lanjut, Trump menilai stok rudal Iran telah menurun tajam. Oleh karena itu, ia yakin tekanan militer akan melumpuhkan Iran sepenuhnya.
Meski demikian, Trump tetap membuka opsi eskalasi. Ia memperingatkan bahwa AS dapat menargetkan infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik.
Bahkan, Trump menyebut serangan besar bisa terjadi dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Ia juga menggunakan istilah “mengembalikan Iran ke Zaman Batu.”
Di sisi lain, Iran menolak tunduk pada tekanan tersebut. Sebaliknya, mereka memperingatkan akan meningkatkan serangan sebagai balasan.
Akibatnya, konflik ini berpotensi semakin meluas. Dunia kini terus memantau perkembangan situasi yang semakin memanas.











