Saturday, June 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Angka yang Diperlukan Negeri ini untuk Bangun Infrastruktur Hingga 2024 Senilai Rp6.445 Triliun

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
5 October 2022
in Ekbis
Angka yang Diperlukan Negeri ini untuk Bangun Infrastruktur Hingga 2024 Senilai Rp6.445 Triliun

JAKARTA,Metapos.id – Berapa uang yang diperlukan untuk membangun seluruh infrastruktur di Indonesia sepanjang 2020 sampai 2024? Jawaban dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban bikin kaget.

Kata dia, pembangunan infrastruktur membutuhkan dana sebesar Rp6.445 triliun.

BACA JUGA

Bahlil Tegaskan BBM dan LPG Bersubsidi Tidak Naik Sampai Desember 2026

Glow and Grow, Upaya Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Kualitas Hidup Pensiunan

“Dalam rangka mengejar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, kita tahu pembangunan infrastruktur butuh pendanaan besar,” ucap Rionald Silaban ketika Sosialisasi UU Cipta Kerja terkait Lembaga Pengelola Investasi di Jakarta, Rabu 5 September.

Rio menuturkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hanya mampu memenuhi sebesar 37 persen dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur tersebut.

Selanjutnya, badan usaha milik negara (BUMN) akan mengisi kebutuhan pendanaan pembiayaan infrastruktur itu dengan porsi sebesar 21 persen.

Sementara, untuk porsi 42 persen dari total kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur dari 2020 sampai 2024 akan dipenuhi swasta.

“APBN tidak cukup untuk memenuhi itu semua. APBN hanya sekitar 37 persen dan BUMN 21 persen, sehingga kita harapkan swasta bisa memenuhinya,” katanya.

Menurut Rio, pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi lain yang dimiliki Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi yang baik dan jumlah penduduk yang banyak.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di atas lima persen selama kurun waktu 2016 sampai 2022, kecuali ketika mengalami krisis pandemi COVID-19.

Meski ekonomi Indonesia sempat terkontraksi selama pandemi COVID-19, namun saat ini PDB riil telah kembali ke level prapandemi karena didukung oleh konsumsi, investasi, ekspor, dan manufaktur.

Pemerintah pun telah berani menargetkan pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan mencapai 5,3 persen, sehingga menandakan bahwa masa pemulihan di Indonesia semakin terakselerasi.

Kemudian, pembangunan infrastruktur ini akan mengoptimalisasi sebanyak 165 juta middle class dan aspiring middle class yang memiliki potensi sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Sementara, dari potensi proyek domestik, potensi proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) infrastruktur di bidang pekerjaan umum dan perumahan sepanjang 2020-2024 mencapai Rp541 triliun.

Tags: APBNInfrastrukturMetapos.id
Previous Post

Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Program Generasi Happy

Next Post

Mobil Listrik jadi Kendaraan Operasional KTT G20, 66 SPKLU Disiapkan PLN

Related Posts

Bahlil Tegaskan BBM dan LPG Bersubsidi Tidak Naik Sampai Desember 2026
Ekbis

Bahlil Tegaskan BBM dan LPG Bersubsidi Tidak Naik Sampai Desember 2026

6 June 2026
Glow and Grow, Upaya Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Kualitas Hidup Pensiunan
Ekbis

Glow and Grow, Upaya Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Kualitas Hidup Pensiunan

6 June 2026
Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025
Ekbis

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025

5 June 2026
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS
Ekbis

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

5 June 2026
Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah
Ekbis

Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah

4 June 2026
Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026
Ekbis

Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026

3 June 2026
Next Post
PLN Tambah SPKLU di Kalimantan dan Sulawesi

Mobil Listrik jadi Kendaraan Operasional KTT G20, 66 SPKLU Disiapkan PLN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini