Friday, October 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Akusisi SECP, Chandra Asri Dukung Ketahanan Energi Nasional

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
18 October 2024
in Ekbis
Pertagas-Chandra Asri Jalin Kerja Sama Kembangkan Pemanfaatan Gas

Salah satu pabrik PT Chandra Asri di kawasan Cilegon Banten. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Jakarta, Metapos.id – Pemerintah akan menaikan lifting minyak dan gas naik untuk mengurangi impor yang membuat anggaran negara semakin besar.
Seperti diketahui, produksi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia menghadapi tantangan yang berat.Sebab, produksi migas Indonesia terus mengalami penurunan.


Pengamat Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, penurunan lifting ditambah kapasitas kilang yang terbatas, membuat Indonesia terus menjadi net importer minyak.
“Pada akhirnya, Indonesia bergantung impor minyak mentah dan BBM. Saat ini, suit mengurangi ketergantungan impor minyak karena cadangan minyak di dalam negeri semakin turun,” paparnya.

BACA JUGA

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun


Fahmy menilai, butuh investasi besar untuk mengeksplorasi cadangan minyak. Namun, investor besar di Indonesia kurang berminat karena cadangan minyak yang menipis.“Yang semestinya menjadi perhatian pemerintah untuk menggenjot produksi migas yakni dengan perluas eksplorasi cekungan baru yang secara geologis potensinya besar, tetapi belum terbukti ekonomis.

Ketika cadangan migas pada sumur-sumur baru tersebut telah terbukti secara geologis dan dari sisi nilai keekonomian dianggap mumpuni, maka investor akan berdatangan,” ujarnya.Berdasarkan data Kementerian ESDM, lifting minyak terus menurun dari tahun 2015. Pada tahun itu,
realisasi lifting minyak tercatat 779 ribu barel per hari (bopd). Sempat naik menjadi 829 ribu bopd di 2016, tapi kemudian turun di 2017 menjadi 804 ribu bopd.


Setelah itu, lifting terus turun secara berurutan yakni 778 ribu bopd (2018), 746 ribu bopd (2019), 707 ribu bopd (2020), 660 ribu bopd (2021), 612 ribu bopd (2022), dan 605,4 ribu bopd (2023).
Dengan terus menurunnya lifting minyak dan gas terus maka akan berdampak terhadap keuangan negara. Pada tahun 2023, subsidi bahan bakar di Indonesia mencapai IDR 160 triliun, dan 60% dari
jumlah tersebut dialokasikan untuk sektor bahan bakar dan LPG.


Saat ini, Indonesia sangat bergantung pada impor untuk minyak mentah dan produk minyak bumi guna
menutupi defisit. Untuk memastikan keterjangkauan dan aksesibilitas bagi konsumen, subsidi bahan bakar diberikan.


PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), sebagai perusahaan penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Indonesia, melalui kemitraannya dengan Glencore plc mengakusisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura.


Aksi korporasi yang dilakukan Chandra Asri Group ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk produk kimia.
Fahmy Radhi menilai, kontribusi Chandra Asri Group lewat SECP akan mendukung peningkatan produksi petrokimia nasional.

“Bahan baku bisa didapatkan dengan mudah dan meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur,”tuturnya.
Melalui SECP, yang merupakan salah satu kilang minyak dan pusat perdagangan terbesar di dunia,Chandra Asri Group akan menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil,
dan bitumen untuk mendukung berbagai industri di Indonesia.


Direktur Utama & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menjelaskan, setiap keputusan bisnis yang diambil oleh Perusahaan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi Indonesia. Akuisisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan bagi Indonesia. Langkah strategis tersebut merupakan salah satu kontribusi kami terhadap pengembangan industri lokal dan pertumbuhan
ekonomi Indonesia,” katanya.


Erwin menambahkan, hasil usaha yang didapatkan dari SECP akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk pembangunan industri dalam negeri, yang akan memberikan kontribusi signifikan
terhadap pendapatan pajak nasional, baik dari pajak perusahaan maupun pajak individu.


Chandra Asri Group diharapkan dapat berperan dalam menciptakan ketahanan energi nasional melalui aliansi strategis dengan Pertamina. Pertamina dan Chandra Asri Group memiliki potensi untuk bekerja sama mengimpor produk minyak bumi dari SECP, yang mencakup Gasoline, Jet, Gas Oil, dan Bitumen.


Dengan demikian, terbuka kemungkinan untuk menurunkan harga produk minyak bumi melalui kolaborasi dalam transportasi dan infrastruktur. Produk kimia lain yang dapat diproduksi oleh Aster,seperti MEG dan Polyol, sangat penting dalam proses manufaktur. Indonesia masih membutuhkan
sejumlah produk kimia tersebut dan sering mengimpornya dari negara maju.


Chandra Asri Group berencana untuk memprioritaskan kebutuhan pasar Indonesia dengan memindahkan produk dari Aster guna mengisi kekurangan tersebut.

Tags: Chandra AsriKetahanan nasionalMetapos.id
Previous Post

BTN Dukung Pengentasan Stunting

Next Post

BTN Totalitas Dukung UMKM

Related Posts

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.
Ekbis

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

1 October 2026
Next Post
BTN Totalitas Dukung UMKM

BTN Totalitas Dukung UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini