Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Air Bermutu sebagai Pertahanan Pertama: Yayasan Jiva Svastha Nusantara Ajak Warga Cegah Stunting Mulai dari Lingkungan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 July 2025
in Ekbis
Air Bermutu sebagai Pertahanan Pertama: Yayasan Jiva Svastha Nusantara Ajak Warga Cegah Stunting Mulai dari Lingkungan

Jakarta, Metapos.id — Upaya pencegahan stunting perlu dimulai dari akar persoalan: kualitas lingkungan dan akses air minum yang layak. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari rangkaian program “Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu 2025.

”Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si, Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia dan Direktur Program PT Yapindo, serta Surya Putra, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, yang menekankan bahwa air bersih adalah fondasi utama kesehatan ibu dan anak.“Penyebab tidak langsung stunting adalah lingkungan, terutama air yang tidak higienis.

BACA JUGA

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

Diare yang disebabkan oleh air terkontaminasi menyumbang 42% kematian bayi di Indonesia,” ujar dr.Lucy.Ia juga menambahkan bahwa sanitasi yang buruk dan penyakit infeksi mengganggu pertumbuhan janin, penyerapan nutrisi, bahkan meningkatkan risiko hepatitis E pada ibu hamilyang pada akhirnya berpotensi melahirkan bayi dalam kondisi stunting.“Kualitas air minum tidak bisa hanya dinilai dari kejernihannya. Kalau air mineral terasa aneh,meskipun bening, itu tanda kontaminasi.

Air yang layak konsumsi seharusnya tidak berasa dan tidak berbau,” tegasnya.Sementara itu, Surya Putra menyoroti tantangan tersembunyi yang selama ini diabaikan banyak orang. “Kita mengira air di kota besar seperti Jakarta sudah pasti bersih. Padahal, banyak air yang secara fisik tampak jernih justru mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan coliform,” jelasnya.Surya juga mengingatkan bahwa air minum isi ulang yang banyak dikonsumsi masyarakat belumtentu memenuhi standar kesehatan.

Yayasan Jiva Svastha Nusantara sudah bekerja sama dengan sejumlah Dinas Kesehatan dan Puskesmas di beberapa kota untuk melakukan pemeriksaan kualitas depot air minum isi ulang dan menemukan masih banyaknya kontaminasi pada produk air yang dijual.

Dari pemeriksaan laboratorium, seringkali kami menemukan kadar pH yang tidak sesuai dan cemaran mikrobiologi yang tinggi. Hal ini sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.”Yayasan Jiva Svastha Nusantara melalui kegiatan ini ingin mendorong peningkatan literasi air bersih di tingkat rumah tangga, serta menggugah kesadaran kolektif masyarakat bahwa air bermutu adalah hak dasar yang harus diperjuangkan bersama.

Tags: Air bersihCegah stuntingJiva svasthaMetapos.id
Previous Post

Mengukir Prestasi Internasional, Mendongkrak Semangat Golf Lewat Kompetisi PRO-AM

Next Post

PTBA Perkuat Efisiensi dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Industri Batu Bara

Related Posts

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
Ekbis

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

9 September 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekbis

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

9 September 2026
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.
Ekbis

Petrokimia Gresik Dorong Produktivitas Bawang Merah Nganjuk

9 September 2026
SRO pasar modal menyalurkan bantuan sarana teknologi untuk Universitas Khairun dan cold storage tenaga surya bagi nelayan Rua, Maluku Utara.
Ekbis

Pasar Modal Salurkan Bantuan Teknologi dan Cold Storage di Maluku Utara

7 September 2026
Ekonom Bambang Brodjonegoro menilai integrasi ekosistem jalan tol penting untuk memperlancar konektivitas dan menekan biaya logistik Indonesia.
Ekbis

Bambang Brodjonegoro Dorong Integrasi Ekosistem Jalan Tol

7 September 2026
Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
Next Post
PTBA Perkuat Efisiensi dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Industri Batu Bara

PTBA Perkuat Efisiensi dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Industri Batu Bara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini