Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Sri Mulyani Ingin Tiru Pengembangan KPR Uni Eropa

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 August 2023
in Ekbis
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah Indonesia ingin mengambil banyak pembelajaran dari pengembangan pembiayaan perumahan di Uni Eropa.

Sri Mulyani mencatat jika kredit perumahan di Benua Biru mencapai porsi 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) regional tersebut.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Dia menjelaskan, capaian itu dimulai pada 2015 saat Uni Eropa mencanangkan 2020 funded energy efficient mortgages initiative (EEMI) yang kemudian menjadi katalis pertumbuhan.

“Kami ingin belajar bagaimana mereka mengembangkan ini, termasuk juga dalam kerangka kerja kebijakan, inisiatif, ekosistem, dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap bisa juga mengembangkan ekosistem yang sama di Indonesia,” ujarnya dalam seminar Energy Efficient Mortgage (EEM) Development Throughout ASEAN Countries, Selasa, 22 Agustus.

Sri Mulyani mengungkapkan, Indonesia kini tengah mengembangkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau atau green mortgage.

Kata dia, sektor ini memiliki potensi serta impact yang sangat besar di masa depan.

“Demografi Indonesia masih tergolong muda terus tumbuh. Ini membuat permintaan perumahan menjadi kuat. Kami ingin memenuhi ini (kebutuhan hunian) tanpa harus memberikan dampak negatif terhadap lingkungan,” tegasnya.

Bendahara negara ini jika kalangan muda, utamanya milenial, akan menjadi penentu pertumbuhan.

Untuk itu, kesadaran mereka sangat penting untuk bisa tinggal di hunian yang sesuai prinsip berkelanjutan (lingkungan).

“Saya yakin negara-negara di ASEAN juga sudah siap untuk tujuan ini,” tutup Menkeu Sri Mulyani.

Tags: KPR uni eropaMetapos.idSri Mulyani
Previous Post

RI Genjot Pengembangan Lapangan Migas

Next Post

RI Perkuat Kerja Sama Energi dengan Tanzania

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
RI Perkuat Kerja Sama Energi dengan Tanzania

RI Perkuat Kerja Sama Energi dengan Tanzania

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini