Metapos.id, Jakarta – Perusahaan desain grafis berbasis cloud, Canva, melakukan perombakan besar dalam organisasinya yang berdampak pada lebih dari 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerja. Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh CEO Canva, Melanie Perkins.
Dilansir The Verge, Rabu (4/11/2026), perubahan ini mencakup penggabungan tim produk, pertumbuhan (growth), dan platform. Perusahaan asal Australia itu juga akan menyederhanakan jenjang organisasi serta menggabungkan sejumlah tanggung jawab pekerjaan yang dinilai tumpang tindih.
“Untuk sebagian karyawan, perubahan ini berarti adanya penyesuaian posisi atau permintaan untuk pindah ke kantor pusat yang telah ditentukan. Sayangnya, perubahan ini juga berarti kami harus berpisah dengan rekan kerja dan teman-teman yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang,” tulis Perkins dalam pesan kepada karyawan dikutip dari berbagai sumber, Kamis (05/11/2026).
Perkins menjelaskan bahwa perombakan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan Canva menghadapi satu dekade mendatang. Ia ingin perusahaan kembali menerapkan prinsip awal, yakni membangun tim-tim kecil yang memiliki kewenangan mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan, dan berfokus pada kebutuhan komunitas pengguna.
Ia mengaku telah mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum memutuskan melakukan perubahan besar.
“Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, saya sampai pada kesimpulan sulit bahwa perubahan kecil saja tidak akan cukup,” kata Perkins.
“Untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi satu dekade mendatang, kita perlu membangun kembali Canva dengan kembali ke prinsip awal, yaitu tim-tim kecil yang memiliki wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta berfokus pada hal-hal yang paling penting bagi komunitas kami,” tambahnya.
Kompensasi Karyawan Terdampak
Karyawan yang terkena dampak kebijakan ini akan memperoleh sejumlah kompensasi. Canva menyiapkan gaji minimal selama enam bulan, jaminan layanan kesehatan selama 12 bulan, serta bantuan untuk mencari pekerjaan berikutnya.
Selain restrukturisasi tenaga kerja, Canva juga menetapkan Sydney sebagai lokasi utama bagi lebih banyak tim produk. Kota tersebut akan menjadi pusat kerja bagi sejumlah divisi spesialis yang membutuhkan kolaborasi lebih erat.
Perusahaan juga akan mewajibkan sebagian besar karyawan dengan sistem kerja hybrid untuk bekerja dari kantor selama dua hingga tiga hari setiap pekan. Penerapan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing divisi.






