Metapos.id, Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan belum memiliki pandangan yang sama mengenai langkah lanjutan terhadap Iran.
Perbedaan sikap itu mencuat dalam pembicaraan melalui telepon yang dilakukan kedua pemimpin pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Salah satu agenda yang dibahas adalah perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengacu pada laporan Axios, Netanyahu menginginkan serangan terhadap Iran segera dilakukan setelah pemilihan sela di Amerika Serikat. Trump justru cenderung mempertahankan ruang bagi proses diplomasi dengan Teheran.
Sejumlah pejabat dari kedua negara mengakui adanya perbedaan pandangan dalam percakapan tersebut. Israel menilai pembicaraan berlangsung cukup alot, sedangkan sumber dari Washington menyebut komunikasi kedua pemimpin berjalan dengan baik.
Konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan membuat Trump menerapkan dua pendekatan sekaligus terhadap Iran. Operasi militer tetap dijalankan, sementara upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencari jalan keluar dari konflik.
Upaya mencapai perdamaian juga berkaitan dengan kepentingan membuka kembali jalur minyak dan gas yang melintasi Selat Hormuz.
Trump menyampaikan bahwa pembicaraan diplomatik dengan Iran memperlihatkan perkembangan yang positif. “Berjalan dengan baik,” ujar Trump mengenai negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang, dikutip dari AFP pada Senin (2/11/2026).
Meski melihat adanya kemajuan, Trump mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus dituntaskan sebelum kesepakatan dapat diwujudkan.
Presiden AS itu juga belum melihat adanya kebutuhan mendesak untuk memulai operasi militer baru. Ia menilai kemampuan militer serta program nuklir Iran telah mengalami pelemahan.
Keputusan untuk tidak terburu-buru melakukan serangan juga terjadi di tengah tekanan politik di dalam negeri AS menjelang pemilihan sela. Konflik Timur Tengah disebut ikut mendorong kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup masyarakat.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan politik bagi pemerintahan Trump ketika masyarakat menentukan pilihan dalam pemilihan mendatang.
Dari Teheran, peluang untuk melanjutkan diplomasi juga mulai terlihat. Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan dirinya menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang berkaitan dengan upaya mengaktifkan kembali perundingan yang sebelumnya terhenti.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antara kedua pihak masih terbuka. Namun, perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Israel mengenai langkah berikutnya terhadap Iran masih menjadi bagian dari dinamika yang berlangsung.







