Saturday, October 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Polri Siapkan Program Polisi Peduli Pengangguran, Sasar Warga Belum Bekerja

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
31 October 2026
in Nasional
Polri Siapkan Program Polisi Peduli Pengangguran, Sasar Warga Belum Bekerja

Metapos.id, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar mendapatkan pelatihan dan kesempatan kerja.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan rencana tersebut setelah menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, dikutip Sabtu  (30/10/2026).

BACA JUGA

RUU Perampasan Aset Bakal Jerat Pelaku Investasi dan Travel Haji Bodong

Prabowo Buka Kampus Taruna Nusantara, 677 Siswa Diminta Jadi Generasi Cinta Tanah Air

Menurut Suyudi, persoalan pengangguran menjadi salah satu perhatian kepolisian karena dapat berkaitan dengan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kita ada kegiatan namanya Poliran, Polisi Peduli Pengangguran. Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran, Karena pengangguran ini berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Polri akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk mendata dan merekrut warga yang belum memiliki pekerjaan. Pelaksanaannya juga direncanakan melibatkan pendamping desa agar sasaran program dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat lokal.

Setelah direkrut, para peserta akan mendapatkan pelatihan sebelum diarahkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Polri juga akan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung proses peningkatan keterampilan sekaligus penyaluran tenaga kerja.

“Kita akan mengaktifkan masyarakat yang pengangguran, polanya adalah dengan merekrut melalui bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujarnya.

“Kemudian kita latihkan, lalu kita kerjasamakan dengan Kementerian Tenaga Kerja. Kemudian kita salurkan kepada perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan, yang kita kerjasamakan dengan MOU dan PKS yang kita ikat,” imbuhnya.

Selain itu, Suyudi mengungkapkan bahwa Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersedia di berbagai provinsi.

Kerja sama lintas kementerian juga akan diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran program ini adalah masyarakat yang sedang menjalani pemulihan setelah rehabilitasi narkoba dan belum memperoleh pekerjaan.

Poliran nantinya tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan kemampuan nonteknis atau soft skill. Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan untuk kembali bekerja dan menjalani aktivitas produktif.

“Kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan tadi dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Ini prinsip daripada Poliran,” tuturnya.

Suyudi berharap program Poliran dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu meningkatkan produktivitas, upaya tersebut diharapkan turut menekan angka kriminalitas dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Harapannya bagaimana masyarakat kita yang pengangguran, termasuk yang berkebutuhan karena pascarehabilitasi belum mendapat pekerjaan, ini bisa dipekerjakan sehingga bisa produktif, sehingga angka kriminalitas bisa menurun, situasi kamtibmas bisa kondusif. Itu semangatnya,” ujarnya.

Tags: KapolriMetapos.idPelatihan KerjaPemberdayaan MasyarakatPengangguran IndonesiaProgram Poliran
Previous Post

RUU Perampasan Aset Bakal Jerat Pelaku Investasi dan Travel Haji Bodong

Next Post

Tidur Kurang dari 6 Jam, Risiko Stroke Bisa Meningkat

Related Posts

RUU Perampasan Aset Bakal Jerat Pelaku Investasi dan Travel Haji Bodong
Nasional

RUU Perampasan Aset Bakal Jerat Pelaku Investasi dan Travel Haji Bodong

31 October 2026
Prabowo Buka Kampus Taruna Nusantara, 677 Siswa Diminta Jadi Generasi Cinta Tanah Air
Nasional

Prabowo Buka Kampus Taruna Nusantara, 677 Siswa Diminta Jadi Generasi Cinta Tanah Air

30 October 2026
Menkes Buka Suara soal Rencana Klinik dan Apotek di Kopdes Merah Putih
Nasional

Menkes Buka Suara soal Rencana Klinik dan Apotek di Kopdes Merah Putih

30 October 2026
Kapolri Perkuat Kemitraan dengan Muhammadiyah dan NU dalam Menjaga Kamtibmas
Nasional

Kapolri Perkuat Kemitraan dengan Muhammadiyah dan NU dalam Menjaga Kamtibmas

30 October 2026
Saksi Meringankan Beri Keterangan dalam Sidang Kuota Haji
Nasional

Saksi Meringankan Beri Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

29 October 2026
Anak Krakatau Masih Aktif, Ahli Minta Warga Tak Terpancing Kepanikan
Nasional

Anak Krakatau Masih Aktif, Ahli Minta Warga Tak Terpancing Kepanikan

29 October 2026
Next Post
Tidur Kurang dari 6 Jam, Risiko Stroke Bisa Meningkat

Tidur Kurang dari 6 Jam, Risiko Stroke Bisa Meningkat

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini