Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran di tengah konflik kedua negara yang belum terselesaikan. Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dilaporkan telah memaparkan sejumlah opsi operasi militer kepada Presiden Donald Trump.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, pengarahan tersebut berlangsung di Gedung Putih dengan dihadiri Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Pertemuan itu digelar sehari setelah para pejabat militer memberikan paparan serupa kepada Wakil Presiden AS JD Vance.
Sebelumnya, Trump menyatakan Washington berpeluang kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran melalui Operasi Epic Fury. Ia juga mendesak Teheran untuk kembali ke meja perundingan guna menghindari eskalasi konflik.
“Jika mereka cerdas, mereka akan kembali ke meja perundingan,” kata Trump.
Meski demikian, pernyataan tersebut juga disertai terbukanya opsi untuk kembali menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.
Ketegangan kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah target di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
Pada pertengahan Juni 2026, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Hingga kini, konflik Amerika Serikat dan Iran belum menemukan penyelesaian. Paparan opsi militer kepada Trump menunjukkan bahwa Washington masih mempertimbangkan berbagai langkah dalam menghadapi Teheran, termasuk kemungkinan melanjutkan operasi bersenjata.







