Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Anak Krakatau Masih Aktif, Ahli Minta Warga Tak Terpancing Kepanikan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 October 2026
in Nasional
Anak Krakatau Masih Aktif, Ahli Minta Warga Tak Terpancing Kepanikan

Metapos.id, Jakarta – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Rabu (28/10/2026) malam. Aktivitas ini menunjukkan bahwa gunung api tersebut masih memiliki pasokan magma dan gas dari bawah permukaan.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) sekaligus dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI) Salemba, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa erupsi berulang merupakan bagian dari aktivitas gunung api yang masih aktif. Namun, kejadian tersebut tidak serta-merta menjadi pertanda akan terjadi letusan besar.

BACA JUGA

ASABRI Hadirkan Manfaat Kesehatan dan Transportasi di Banjarmasin

Dudung Tegaskan Kebebasan Berpendapat Tetap Harus Patuhi Hukum

“Erupsi yang berulang tidak otomatis berarti akan terjadi letusan besar,” kata Daryono, dikutip dari berbagai sumber Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan laporan pemantauan, Gunung Anak Krakatau mengalami tiga kali erupsi pada Rabu malam, yakni pukul 22.37 WIB, 22.42 WIB, dan 23.29 WIB. Erupsi terakhir tercatat memiliki amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi 573 detik atau sekitar 9 menit 33 detik. Laporan tersebut tidak mencatat adanya visual letusan yang teramati.

Sementara itu, laporan pengamatan pada Kamis pukul 00.00–06.00 WIB menyebutkan bahwa kamera CCTV di lapangan tidak beroperasi.

Pemantauan Aktivitas Gunung Api Perlu Ditingkatkan

Daryono menerangkan, erupsi dapat terjadi ketika tekanan gas dan material vulkanik di dalam gunung api cukup kuat untuk mendorong material keluar melalui kawah. Aktivitas ini bisa berulang, kemudian mengalami peningkatan ataupun penurunan.

Menurutnya, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu dianalisis melalui sejumlah parameter, termasuk aktivitas kegempaan vulkanik, perubahan bentuk tubuh gunung, emisi gas, serta pengamatan visual.

“Untuk menilai perkembangan aktivitasnya, diperlukan analisis kegempaan vulkanik, deformasi tubuh gunung, emisi gas, serta pengamatan visual,” ujarnya.

Tidak berfungsinya peralatan pemantauan juga perlu mendapat perhatian. Kelengkapan data sangat dibutuhkan agar petugas dapat mendeteksi perubahan aktivitas gunung api dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat waktu.

Warga Pesisir Selat Sunda Diimbau Tidak Panik

Daryono mengimbau masyarakat di Pulau Sebesi dan kawasan pesisir Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Warga diminta mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), informasi BMKG, arahan BPBD, serta instruksi otoritas pelayaran.

“Yang terpenting, sistem pemantauan gunung api harus berfungsi optimal agar setiap perubahan aktivitas dapat terdeteksi sedini mungkin,” kata Daryono.

Dalam rekomendasi pemantauan terbaru, masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Larangan juga berlaku dalam radius satu kilometer dari pulau-pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.

Petugas turut mengingatkan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan.

Daryono menegaskan, erupsi merupakan fenomena alam, tetapi dampaknya terhadap masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesiapsiagaan dan efektivitas sistem peringatan dini.

“Keselamatan masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas pemantauan, kesiapsiagaan, dan kecepatan penyampaian informasi peringatan dini,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung dilarang mendekati kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi serta radius satu kilometer dari pulau-pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.

Masyarakat pesisir Lampung dan Banten juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang menghubungkan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan tsunami tanpa dasar resmi.

Warga diminta memantau informasi terkini melalui PVMBG, BMKG, BPBD, dan otoritas pelayaran. Informasi aktivitas gunung api juga dapat diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten, melalui nomor (0254) 651449 atau 085846324506.

Pemantauan yang optimal, kesiapsiagaan masyarakat, dan penyampaian peringatan dini secara cepat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tags: erupsi gunung apiGunung Anak KrakatauMetapos.idPVMBGSelat SundaStatus Siaga
Previous Post

Tetap Merasa Haus Meski Minum Air Putih, Ini 8 Penyebabnya

Related Posts

ASABRI Hadirkan Manfaat Kesehatan dan Transportasi di Banjarmasin
Nasional

ASABRI Hadirkan Manfaat Kesehatan dan Transportasi di Banjarmasin

29 October 2026
Dudung Tegaskan Kebebasan Berpendapat Tetap Harus Patuhi Hukum
Nasional

Dudung Tegaskan Kebebasan Berpendapat Tetap Harus Patuhi Hukum

29 October 2026
Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib
Nasional

Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib

28 October 2026
Bahas Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Berkomunikasi dengan Hasto
Nasional

Bahas Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Berkomunikasi dengan Hasto

28 October 2026
Polri Ingatkan Pentingnya Menyaring Informasi di Ruang Digital
Nasional

Polri Ingatkan Pentingnya Menyaring Informasi di Ruang Digital

28 October 2026
BNPB Ingatkan Potensi Hujan Lebat Jelang Akhir 2026
Nasional

BNPB Ingatkan Potensi Hujan Lebat Jelang Akhir 2026

28 October 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini