Tuesday, October 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Berisiko Picu Gugatan, Ini Peringatan Hotman

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
26 October 2026
in Nasional
Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Berisiko Picu Gugatan, Ini Peringatan Hotman

Metapos.id, Jakarta – Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta pemerintah Indonesia berhati-hati dalam mengambil kebijakan pengurangan ekspor gas bumi ke Singapura. Ia mengingatkan keputusan tersebut berpotensi memicu gugatan melalui arbitrase internasional apabila dinilai melanggar kesepakatan kontrak dagang.

“Hati-hati jangan sampai nanti pihak Indonesia apakah itu BUMN atau apa, digugat di arbitrase internasional, ganti rugi,” kata Hotman dalam sebuah rekaman video yang diterima Senin (26/10).

BACA JUGA

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran

Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor

Menurut Hotman, hubungan perdagangan gas antara Indonesia dan Singapura umumnya diatur melalui kontrak komersial yang memuat ketentuan penyelesaian sengketa. Jika terjadi perselisihan, kontrak tersebut dapat mengarahkan kedua pihak untuk menempuh jalur arbitrase internasional.

Ia menjelaskan, tuntutan ganti rugi dapat mencakup kerugian nyata atau real damages serta ganti rugi yang bersifat hukuman atau punitive damages. Nilai tuntutan tersebut, menurutnya, berpotensi besar, terutama jika sengketa menyangkut pasokan energi bagi suatu negara.

“Punitive damages dalam common law atau penalty yang bisa jumlahnya sangat besar apalagi ini menyangkut kebutuhan gas di suatu negara,” ujar dia, dikutip dari berbagai sumber, Senin (26/10/2026).

Hotman juga memperingatkan kemungkinan eksekusi putusan arbitrase terhadap aset Indonesia yang berada di luar negeri apabila pihak Indonesia kalah dalam sengketa dan putusan tersebut dapat dieksekusi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Bahkan kapal kita yang sedang berlayar pun. Misalnya kapal minyak kita yang sedang berlayar pun di laut bisa disita,” ucap dia.

Ia mengaitkan risiko tersebut dengan keikutsertaan Indonesia dalam Konvensi New York yang menjadi salah satu dasar pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase asing di negara-negara peserta.

Hotman menyebut sepanjang 2026 telah terdapat tiga putusan arbitrase internasional yang merugikan pihak Indonesia. Salah satu kasus, menurutnya, berujung pada kewajiban pembayaran ganti rugi oleh sebuah BUMN senilai lebih dari Rp2 triliun akibat persoalan pemenuhan kontrak pasokan gas.

“Bahkan satu BUMN dihukum membayar 2 triliun lebih, ini kasus kecil karena juga lalai atau dianggap melanggar kontrak tidak mensuplai gas ke luar negeri, dihukum 2,2 triliun. Bayangkan kalau kebutuhan satu negara kerugiannya bisa digugat di arbitrase internasional besar sekali belum lagi denda atau punitive damages,” ujarnya.

Ia memperkirakan sengketa dapat dibawa ke arbitrase internasional apabila pengurangan ekspor gas terus berlanjut. Karena itu, Hotman menyarankan pemerintah menyiapkan tim hukum yang memiliki keahlian dalam litigasi komersial internasional.

Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan ekspor gas bumi ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Kebijakan tersebut diambil untuk mengalihkan pasokan guna memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya sektor kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra.

SKK Migas menyatakan pengalihan pasokan mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari, terdiri atas 15 juta kaki kubik dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merespons kebijakan tersebut dengan menekankan pentingnya pemenuhan komitmen dalam kontrak pasokan gas antara kedua negara.

“Kami berharap semua pihak menghormati komitmen mereka. Importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak tersebut,” kata Wong saat berpidato dalam konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP) pada Minggu (25/10).

Di sisi lain, Otoritas Pasar Energi Singapura menyatakan pengurangan pasokan dari Indonesia berdampak kurang dari 2 persen terhadap total kebutuhan gas harian negara tersebut. Singapura juga menyebut telah menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi perubahan pasokan.

Tags: Arbitrase InternasionalEkspor GasHotman ParisMetapos.idSingapuraSKK migas
Previous Post

Arteta Terancam Sanksi Usai Kartu Kuning Kedua

Next Post

Perang dengan AS-Israel, Iran Serukan Hemat Gas

Related Posts

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran
Nasional

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran

27 October 2026
Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor
Nasional

Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor

27 October 2026
Meutya Hafid Minta Polri Tindak Tegas Judol dan Penjualan Data Pribadi
Nasional

Meutya Hafid Minta Polri Tindak Tegas Judol dan Penjualan Data Pribadi

27 October 2026
Kemnaker Buka Magang Nasional Batch 3 Hari Ini, Siapkan Persyaratannya
Nasional

Kemnaker Buka Magang Nasional Batch 3 Hari Ini, Siapkan Persyaratannya

27 October 2026
Yusril Jelaskan Sikap Prabowo di Tengah Wacana Perubahan Definisi Korupsi
Nasional

Yusril Jelaskan Sikap Prabowo di Tengah Wacana Perubahan Definisi Korupsi

27 October 2026
Karhutla di Toraja Utara Bakar Liang Makam Tradisional di Tebing Batu
Nasional

Karhutla di Toraja Utara Bakar Liang Makam Tradisional di Tebing Batu

27 October 2026
Next Post
Iran menyerukan penghematan konsumsi gas minimal 10 persen menjelang musim dingin untuk mengantisipasi kekurangan energi di tengah dampak perang dengan AS dan Israel.

Perang dengan AS-Israel, Iran Serukan Hemat Gas

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini