Metapos.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah dugaan adanya pembatasan jangkauan atau shadowban terhadap konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial. Bantahan ini disampaikan setelah sejumlah pengguna mengaku mengalami penurunan jangkauan unggahan terkait isu tersebut.
Direktur Pengendalian Ruang Digital Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi atau menurunkan konten mengenai karhutla.
“Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan,” kata Safriansyah pada Selasa (20/10/2026), dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa setiap platform digital memiliki pedoman komunitas dan mekanisme berbeda dalam menentukan rekomendasi konten kepada pengguna. Karena itu, dugaan penurunan jangkauan atau penghapusan unggahan perlu diperiksa berdasarkan fakta.
“Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait,” ungkapnya.
Isu shadowban ramai diperbincangkan setelah sejumlah tokoh publik mengaku mengalami perubahan jangkauan konten setelah membahas kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satunya adalah vlogger kecantikan Tasya Farasya, yang memiliki 7,4 juta pengikut di Instagram. Melalui akun Threads @tasyafarasya, ia mengungkapkan bahwa jumlah penonton Instagram Stories miliknya turun dari biasanya sekitar satu juta menjadi 85 ribu.
“Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” ungkap Tasya dengan menyertakan tangkapan layar sebagai pembanding.
Namun, pengalaman serupa tidak dialami semua pengguna. Influencer Jerome Polin menyatakan Instagram Stories miliknya tidak mengalami shadowban dan masih dapat menjangkau banyak orang.
“Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template “add yours” bisa ngeboost views,” kata Jerome melalui akun Threads @jeromepolin.
Perbedaan pengalaman tersebut membuat penyebab penurunan jangkauan konten masih perlu ditelusuri. Komdigi menegaskan bahwa dugaan pembatasan oleh pemerintah tidak dapat disimpulkan tanpa bukti dan konfirmasi kepada platform terkait.







