Metapos.id, Jakarta – Mantan pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, memberikan catatan setelah Skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ia mengapresiasi perjuangan para pemain dan staf tim, tetapi mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dalam sepak bola Indonesia.
Dalam podcast Sport77, Kurniawan menilai gelar juara tersebut patut disyukuri. Namun, keberhasilan itu tidak boleh membuat semua kekurangan diabaikan.
“Kita mengapresiasi perjuangan para pemain, terus ofisial, coaching staff, bahwa kita bisa juara di edisi pertama FIFA ASEAN Cup. Tapi jujur juga kita tidak boleh tutup mata juga karena memang harus ada pekerjaan rumah yang dibenahi,” ujar Kurniawan dikutip dari podcast Sport77, Rabu (21/10/2026).
Ia juga menyoroti konsistensi performa Timnas Indonesia. Menurutnya, kekuatan tim terkadang terlihat belum stabil, sehingga peningkatan performa perlu dijaga dalam jangka panjang.
Kurniawan berharap keberhasilan di turnamen tersebut bisa menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya, terutama Piala Asia. Ia menekankan bahwa pencapaian Timnas Indonesia perlu berlanjut, bukan hanya berhenti pada satu gelar juara.
“Semoga konsistensinya yang kita tunggu sampai nanti Piala Asia. Semoga di Piala Asia juga berprestasi, juga bisa lolos grup, melewati pencapaian yang sebelumnya,” katanya.
Selain tim senior, Kurniawan turut menyoroti pentingnya kompetisi reguler untuk membentuk pemain muda. Menurutnya, pemain membutuhkan kesempatan bertanding secara konsisten agar kemampuan, kematangan, dan pengambilan keputusan mereka berkembang.
“Jadi, kompetisi secara reguler itu sangat penting untuk menempa kematangan, terus peningkatan kualitas dari pemain,” jelasnya.
Ia menilai keterbatasan kompetisi usia muda dan jalur transisi menuju level senior berpotensi membuat banyak talenta kehilangan kesempatan berkembang. Karena itu, pembinaan pemain perlu didukung sistem kompetisi yang berkelanjutan.
Catatan Kurniawan menegaskan bahwa gelar juara merupakan pencapaian penting, tetapi konsistensi, pembinaan usia muda, dan kesempatan bermain tetap menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan demi kemajuan sepak bola Indonesia.







