Sunday, October 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Jangan Sepelekan Flu Saat Pancaroba, Bijak Memilih Obat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 October 2026
in Lifestyle & Health
Jangan Sepelekan Flu Saat Pancaroba, Bijak Memilih Obat

Metapos.id, Jakarta — Masa peralihan dari satu musim ke musim lainnya sering ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat tubuh harus menyesuaikan diri dengan perubahan suhu dalam waktu relatif singkat.

Situasi ini juga dapat diikuti meningkatnya berbagai keluhan kesehatan. Infeksi virus musiman menjadi salah satu gangguan yang kerap dialami masyarakat dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA

Saat Kakak dan Adik Bertengkar, Ini Peran Orang Tua

Apa yang Membuat Jengkol Punya Bau Khas?

Dokter umum sekaligus content creator kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qoth’i, menjelaskan bahwa perubahan kondisi cuaca berkaitan dengan meningkatnya risiko tubuh mengalami infeksi.

“Musim pancaroba ini ada perubahan suhu, baik itu dingin ke panas atau sebaliknya, memang masalah kesehatan yang paling banyak terjadi adalah infeksi,” jelas dr. Ikhsan dalam acara Better Self Care Starts from Better Preparation on Transitional Weather bersama Actifed, di Depok , dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurut Ikhsan, infeksi yang muncul pada masa pancaroba tidak hanya menyerang satu bagian tubuh. Keluhan dapat terjadi pada tenggorokan maupun saluran pencernaan, dengan gangguan pernapasan seperti flu dan influenza termasuk yang banyak ditemukan.

“Macam-macam infeksi, mulai dari infeksi tenggorokan, infeksi saluran cerna, tapi yang paling common terutama saat ini adalah flu dan influenza,” paparnya.

Gejala Tetap Perlu Ditangani

Flu dan sejumlah infeksi ringan memang dapat membaik seiring meningkatnya kemampuan tubuh melawan penyakit. Namun, proses pemulihan tetap dapat disertai berbagai keluhan yang membuat penderita merasa tidak nyaman.

“Penyakit seperti ini memang bisa sembuh sendirinya atau self-limiting disease. Tapi sembuhnya enggak mungkin tanpa gejala,” tegas dr. Ikhsan.

Gejala yang menyertai proses tersebut dapat berupa suhu tubuh meningkat, hidung terasa tersumbat, serta batuk. Penanganan terhadap gejala dapat membantu penderita tetap merasa nyaman selama masa pemulihan.

“Pada proses penyembuhannya pasti ada gejala-gejala ikutan yang biasanya pengobatannya itu salah satunya adalah dengan memberikan obat-obatan simtomatik untuk mengatasi gejalanya,” terangnya.

Selain menangani keluhan yang muncul, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan kondisi tubuh selama cuaca berubah-ubah. Menjaga pola hidup sehat menjadi bagian penting untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh.

Bijak Memilih Obat di Apotek

Munculnya batuk, pilek, atau keluhan ringan lainnya sering membuat masyarakat memilih pengobatan mandiri. Obat kemudian dibeli langsung di apotek berdasarkan pengalaman penggunaan sebelumnya.

Apoteker sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Dr. apt. Lucy Novianti, MM, mengingatkan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi yang sedang dialami.

Menurut Lucy, jenis dan kebutuhan obat dapat berbeda meskipun gejala yang dirasakan terlihat serupa.

“Kalau bicara batuk dan pilek, kadang pasien itu menganggapnya sudah biasa dan datang ke apotek cuma minta obat yang biasanya mereka pakai. Padahal bisa saja gejala dan kebutuhannya berbeda dengan apa yang ia alami saat ini,” paparnya.

Karena itu, masyarakat perlu menyampaikan kondisi dan keluhan secara lengkap ketika berkonsultasi di apotek. Informasi tersebut dapat membantu apoteker memberikan rekomendasi yang lebih sesuai.

“Obat batuk dan pilek itu variannya banyak sekali, maka sangat penting untuk pasien menjabarkan gejalanya dengan detail kepada apoteker supaya rekomendasi obatnya lebih tepat,” pungkas Lucy.

Tags: apotekerfluinfeksi virusinfluenzaKesehatanMetapos.idmusim pancarobaobat
Previous Post

Gajah Muda Mati di Konsesi Jambi, Penyebabnya Masih Misterius

Next Post

Marc Marquez Juara Sprint MotoGP Jepang, Moreira Kedua

Related Posts

Saat Kakak dan Adik Bertengkar, Ini Peran Orang Tua
Lifestyle & Health

Saat Kakak dan Adik Bertengkar, Ini Peran Orang Tua

4 October 2026
Apa yang Membuat Jengkol Punya Bau Khas?
Lifestyle & Health

Apa yang Membuat Jengkol Punya Bau Khas?

4 October 2026
Keunikan Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik Berkonsep Zero Waste
Lifestyle & Health

Keunikan Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik Berkonsep Zero Waste

3 October 2026
Skydance Jadi Nama Baru Gabungan Paramount dan Warner Bros.
Lifestyle & Health

Skydance Jadi Nama Baru Gabungan Paramount dan Warner Bros.

3 October 2026
Sinopsis Lucky Strike, Misi Berbahaya Scott Eastwood di Perang Dunia II
Lifestyle & Health

Sinopsis Lucky Strike, Misi Berbahaya Scott Eastwood di Perang Dunia II

3 October 2026
Rambut Sering Lepek dan Kering? Ini Rutinitas yang Bikin Lebih Sehat
Lifestyle & Health

Rambut Sering Lepek dan Kering? Ini Rutinitas yang Bikin Lebih Sehat

3 October 2026
Next Post
Marc Marquez Juara Sprint MotoGP Jepang, Moreira Kedua

Marc Marquez Juara Sprint MotoGP Jepang, Moreira Kedua

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini