Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

LSF Ajak Pelajar Bijak Memilih Tontonan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
30 September 2026
in Lifestyle & Health
LSF dan Imperial Pictures mengajak pelajar SMP Al Fajar Bekasi memahami budaya sensor mandiri dan memilih tontonan sesuai usia.

LSF dan Imperial Pictures mengajak pelajar SMP Al Fajar Bekasi memahami budaya sensor mandiri dan memilih tontonan sesuai usia.

BACA JUGA

Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Influenza A pada Anak

Dylan Sprouse dan Barbara Palvin Sambut Anak Pertama

Metapos.id, Jakarta – Imperial Pictures berkolaborasi dengan Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak pelajar memahami pentingnya memilih tontonan sesuai usia melalui program LSF Goes to School di SMP Al Fajar Bekasi, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) dan menghadirkan pemain film Ghosthing Yasamin Jasem dan Leony V. H serta produser Hartawan Triguna.

Melalui pertemuan dengan para pelaku perfilman, pelajar diajak melihat film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengenal proses kreatif di balik sebuah karya dan memahami pentingnya memilih tayangan yang sesuai dengan klasifikasi usia.

Budaya sensor mandiri dapat dilakukan dengan langkah sederhana, mulai dari mencari informasi mengenai film, memperhatikan klasifikasi usia, hingga mempertimbangkan kesesuaian tayangan sebelum menontonnya.

Bagi pelajar, pesan tersebut semakin relevan seiring semakin mudahnya akses terhadap film dan berbagai tayangan, baik melalui bioskop maupun platform digital.

Produser eksekutif Ghosthing Peter Surya Wijaya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pelajar terhadap film Indonesia sekaligus membangun kebiasaan menonton secara bijak.

“Film dapat menjadi ruang untuk menikmati cerita, mengenal sudut pandang baru, dan berdiskusi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar semakin dekat dengan film Indonesia serta terbiasa memilih tontonan yang sesuai dengan usia mereka,” ujar Peter Surya Wijaya, produser eksekutif Ghosthing.

Selain membahas literasi tontonan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal film Ghosthing melalui orang-orang yang terlibat langsung dalam produksinya.

Yasamin Jasem memerankan karakter Maya, arwah seorang influencer yang belum menemukan jawaban atas kematiannya. Dalam cerita, Maya bertemu Alfian, seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah.

Leony V. H turut menjadi bagian dari jajaran pemain film tersebut, sementara Hartawan Triguna bertindak sebagai produser.

Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026 dan telah memperoleh klasifikasi 13 tahun ke atas dari LSF. Klasifikasi tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan penonton sebelum memutuskan untuk menyaksikan film.

Film komedi horor tersebut mengikuti kisah Alfian yang diperankan Baskara Mahendra, seorang perias jenazah yang mampu melihat arwah.

Kehidupan Alfian berubah ketika bertemu Maya, arwah seorang influencer yang menolak pergi sebelum mengetahui penyebab sebenarnya di balik kematiannya.

Alfian kemudian harus menghadapi karakter Maya yang ekspresif sekaligus mengikuti berbagai petunjuk untuk mengungkap misteri kematiannya.

Melalui kolaborasi Imperial Pictures dan LSF, pesan mengenai budaya sensor mandiri diharapkan dapat semakin dekat dengan generasi muda. Ketertarikan terhadap film Indonesia pun dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan memilih tontonan secara sadar dan bertanggung jawab.

Tags: budaya sensor mandiriFilm IndonesiaGhosthingImperial PicturesLSFMetapos.id
Previous Post

Karhutla Makin Serius, Polri Jerat 196 Tersangka

Next Post

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

Related Posts

Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Influenza A pada Anak
Lifestyle & Health

Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Influenza A pada Anak

30 September 2026
Dylan Sprouse dan Barbara Palvin Sambut Anak Pertama
Lifestyle & Health

Dylan Sprouse dan Barbara Palvin Sambut Anak Pertama

29 September 2026
Sinopsis Irreplaceable, Kisah Cinta Zhao Jinmai di Dunia Bisnis
Lifestyle & Health

Sinopsis Irreplaceable, Kisah Cinta Zhao Jinmai di Dunia Bisnis

29 September 2026
Bekas Jerawat Bopeng Punya Jenis Berbeda, Ini Cara Menanganinya
Lifestyle & Health

Bekas Jerawat Bopeng Punya Jenis Berbeda, Ini Cara Menanganinya

29 September 2026
Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70% pada Semester I 2026. Discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal.
Lifestyle & Health

Discovery Commerce Dorong Brand Fesyen Lokal

29 September 2026
66 Persen Warga Indonesia Pernah Kena Scam
Lifestyle & Health

Robert Pattinson Kesulitan Perankan Bruce Wayne di Batman

29 September 2026
Next Post
Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini