Metapos.id, Jakarta – Imperial Pictures berkolaborasi dengan Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak pelajar memahami pentingnya memilih tontonan sesuai usia melalui program LSF Goes to School di SMP Al Fajar Bekasi, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) dan menghadirkan pemain film Ghosthing Yasamin Jasem dan Leony V. H serta produser Hartawan Triguna.
Melalui pertemuan dengan para pelaku perfilman, pelajar diajak melihat film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengenal proses kreatif di balik sebuah karya dan memahami pentingnya memilih tayangan yang sesuai dengan klasifikasi usia.
Budaya sensor mandiri dapat dilakukan dengan langkah sederhana, mulai dari mencari informasi mengenai film, memperhatikan klasifikasi usia, hingga mempertimbangkan kesesuaian tayangan sebelum menontonnya.
Bagi pelajar, pesan tersebut semakin relevan seiring semakin mudahnya akses terhadap film dan berbagai tayangan, baik melalui bioskop maupun platform digital.
Produser eksekutif Ghosthing Peter Surya Wijaya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pelajar terhadap film Indonesia sekaligus membangun kebiasaan menonton secara bijak.
“Film dapat menjadi ruang untuk menikmati cerita, mengenal sudut pandang baru, dan berdiskusi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar semakin dekat dengan film Indonesia serta terbiasa memilih tontonan yang sesuai dengan usia mereka,” ujar Peter Surya Wijaya, produser eksekutif Ghosthing.
Selain membahas literasi tontonan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal film Ghosthing melalui orang-orang yang terlibat langsung dalam produksinya.
Yasamin Jasem memerankan karakter Maya, arwah seorang influencer yang belum menemukan jawaban atas kematiannya. Dalam cerita, Maya bertemu Alfian, seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah.
Leony V. H turut menjadi bagian dari jajaran pemain film tersebut, sementara Hartawan Triguna bertindak sebagai produser.
Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026 dan telah memperoleh klasifikasi 13 tahun ke atas dari LSF. Klasifikasi tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan penonton sebelum memutuskan untuk menyaksikan film.
Film komedi horor tersebut mengikuti kisah Alfian yang diperankan Baskara Mahendra, seorang perias jenazah yang mampu melihat arwah.
Kehidupan Alfian berubah ketika bertemu Maya, arwah seorang influencer yang menolak pergi sebelum mengetahui penyebab sebenarnya di balik kematiannya.
Alfian kemudian harus menghadapi karakter Maya yang ekspresif sekaligus mengikuti berbagai petunjuk untuk mengungkap misteri kematiannya.
Melalui kolaborasi Imperial Pictures dan LSF, pesan mengenai budaya sensor mandiri diharapkan dapat semakin dekat dengan generasi muda. Ketertarikan terhadap film Indonesia pun dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan memilih tontonan secara sadar dan bertanggung jawab.







