Metapos.id, Bandung — Badan Geologi mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya dari fenomena blue fire atau nyala api biru yang muncul di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan pelepasan panas vulkanik yang sangat tinggi. Panas itu dapat membakar material yang berada di permukaan.
Selain itu, kemunculan blue fire juga dapat disertai pelepasan gas vulkanik beracun. Masyarakat diminta memperhatikan potensi bahaya tersebut saat berada di sekitar kawasan Gunung Papandayan.
“Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas,” ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/9/26).
Badan Geologi juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi risiko bagi masyarakat. Salah satunya dengan melarang aktivitas dan kegiatan menginap di kawasan bukaan kawah aktif dalam kompleks Gunung Papandayan.
Larangan tersebut mencakup Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadam. Masyarakat terutama diminta menjauhi area dengan radius 500 meter dari lokasi tersebut.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat kondisi cuaca mendung maupun hujan. Sebab, konsentrasi gas beracun di kawasan tersebut dapat meningkat secara mendadak.
“Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Dan mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan,” ucapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga Sabtu (26/9), sinar api yang sebelumnya terlihat di Kawah Manuk sudah tidak tampak lagi.
Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Papandayan.
“Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan,” katanya.







