Metapos.id, Jakarta – Sejumlah jaringan televisi dan media besar Amerika Serikat menghentikan sistem liputan bersama atau pool untuk agenda Presiden Donald Trump pada Senin (21/09/2026).
Langkah tersebut terjadi setelah Gedung Putih melarang wartawan dari CNN, Politico, dan MS NOW mengakses kegiatan kepresidenan.
Trump sebelumnya mengumumkan larangan tersebut pada Jumat dan menuduh ketiga media itu kerap menyebarkan “fiksi atau kebohongan” mengenai kinerja pemerintahannya.
Sebagai respons, CNN, Politico, dan MS NOW mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump di Pengadilan Distrik AS di Washington pada Senin (21/09/2026).
“Tanpa pemberitahuan atau proses yang semestinya, Gedung Putih mencabut izin praktik jurnalis kami karena keberatan dengan pemberitaan kami,” bunyi pernyataan bersama ketiga organisasi media tersebut, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (23/09/2026).
Mereka menyatakan gugatan itu diajukan untuk mempertahankan prinsip kebebasan pers.
“Jika dibiarkan tanpa perlawanan, ini mengancam kebebasan pers dan hak masyarakat atas jurnalisme independen yang bebas dari campur tangan pemerintah,” tegas mereka.
Di tengah perselisihan tersebut, Gedung Putih meluncurkan Trump TV yang menayangkan klip kegiatan Trump selama 24 jam.
Sejumlah media seperti New York Times dan Washington Post juga menolak membagikan foto agenda presiden, sehingga dokumentasi televisi saat Trump menaiki Air Force One dan tiba di New York tidak tersedia.
Kepala Biro Fox News Washington Bryan Boughton mengatakan tim televisi mulai hari itu tidak akan mengikuti liputan yang ditetapkan sebagai liputan bersama tentang Trump.
Keputusan tersebut diambil setelah Gedung Putih dinilai menghalangi CNN menjalankan tugas sebagai tim peliput resmi dalam kunjungan Trump ke New York tanpa menunjuk tim pengganti.
Trump menanggapi aksi tersebut dengan santai dan mengatakan dirinya tidak terlalu khawatir dengan boikot media.
“Ini menarik karena, mereka bilang akan memboikot saya, tetapi mereka tidak pernah memboikot saya, jadi saya tidak terlalu khawatir tentang itu. Lihatlah semua pemberitaan itu,” kata Trump.







