Sunday, October 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 September 2026
in Ekbis
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

BACA JUGA

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global

BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial

Metapos.id, Jakarta – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi penyediaan bahan baku pupuk untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI yang dibahas dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028.

Seiring beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan kini terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA.

Karena itu, kepastian pasokan asam sulfat menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti serta mengupayakan tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap.

Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, kedua perusahaan juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi dinamika dan ketegangan geopolitik.

Dengan demikian, kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional diharapkan tetap terjaga.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional.

Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, mengoptimalkan pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Daconi.

Tags: asam sulfatKetahanan panganMetapos.idMind idPetrokimia GresikPTFI
Previous Post

Sebut MUI Jatim Goblok Saat Siaran, Bos Sound Horeg Kini Minta Maaf

Next Post

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Makin Luas, SAR Andalkan Drone Termal

Related Posts

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global

24 October 2026
BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial
Ekbis

BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial

23 October 2026
Riset MarkPlus 2026: ShopeePay Jadi Dompet Digital Paling Sering Digunakan
Ekbis

Riset MarkPlus 2026: ShopeePay Jadi Dompet Digital Paling Sering Digunakan

23 October 2026
Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah
Ekbis

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

22 October 2026
Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan
Ekbis

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

22 October 2026
PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Next Post
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Makin Luas, SAR Andalkan Drone Termal

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Makin Luas, SAR Andalkan Drone Termal

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini