Saturday, October 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Party ID Rendah, Partai Dinilai Hanya Aktif Saat Pemilu

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 September 2026
in Nasional
Party ID Rendah, Partai Dinilai Hanya Aktif Saat Pemilu

Metapos.id, Jakarta — Identitas kepartaian atau party ID masyarakat Indonesia dinilai masih tergolong rendah dan cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan belum kuatnya keterikatan masyarakat terhadap partai politik tertentu.

Pengamat politik sekaligus dosen FISIP UIN Jakarta, Adi Prasetyo, mengatakan tingkat party ID di Indonesia relatif konsisten. Angkanya biasanya berada di kisaran belasan persen dan baru meningkat menjelang pelaksanaan pemilu.

BACA JUGA

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

Menurut Adi, kenaikan tersebut terjadi karena partai politik mulai lebih aktif melakukan berbagai kegiatan menjelang pemilu. Aktivitas tersebut antara lain pemasangan alat peraga kampanye, kegiatan sosial, hingga aktivitas politik yang melibatkan kader dan elite partai.

“Identitas kepartaian itu memang cukup konsisten. Paling tinggi di angka 20 persen. Itu biasanya menjelang pemilu,” ujar Adi dari Channel youtube podcast Real politik, Rabu (9/9/26).

Ia menilai rendahnya party ID tidak terlepas dari persepsi masyarakat yang menganggap partai politik hanya aktif ketika mendekati pemilu.

Partai politik, kata dia, belum secara konsisten menunjukkan kerja politik yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Akibatnya, publik cenderung melihat partai sebagai kendaraan untuk memperoleh kekuasaan.

“Partai politik itu dianggap bekerja hanya setiap lima tahun sekali dan menjelang pemilu,” katanya.

Adi menjelaskan, masyarakat masih banyak yang memandang partai politik sebatas sarana untuk mendapatkan kekuasaan, baik melalui jabatan legislatif maupun eksekutif.

Padahal, menurut dia, partai politik memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan bernegara. Berbagai kebijakan, mulai dari produk hukum hingga kebijakan ekonomi dan sosial, tidak terlepas dari peran partai politik.

Karena itu, ia menilai perbaikan sistem politik nasional perlu dimulai dari pembenahan partai politik.

“Kalau mau benar negara kita, benerin partai politiknya. Kalau mau hebat negara ini, benerin partai politiknya,” ujar Adi.

Ideologi Partai Dinilai Tidak Terlihat Jelas

Selain persoalan rendahnya party ID, Adi juga menyoroti lemahnya diferensiasi ideologi antarpartai politik di Indonesia.

Menurut dia, masyarakat kesulitan menemukan perbedaan yang tegas antara satu partai dengan partai lainnya. Kondisi itu berbeda dengan sejumlah negara yang memiliki partai dengan identitas politik lebih jelas.

Di sejumlah negara, partai politik dibangun berdasarkan isu atau kelompok tertentu. Misalnya, terdapat partai buruh yang fokus memperjuangkan kepentingan pekerja maupun green party yang mengusung isu lingkungan.

Sementara di Indonesia, identitas ideologi partai politik lebih banyak berada pada spektrum nasionalis dan Islam. Namun, dalam praktik politiknya, batas tersebut dinilai semakin kabur.

Adi mencontohkan sejumlah partai sama-sama mengklaim membawa semangat nasionalisme dan religiusitas, meskipun memiliki basis pemilih yang berbeda.

“Di kita yang disebut dengan ideologi itu adalah Islam dan nasionalis. Dan itu bercampur, kedua-duanya nasionalis religius,” jelasnya.

Ia menilai persoalan tersebut membuat identitas masing-masing partai semakin sulit dibedakan oleh masyarakat.

Kondisi itu pada akhirnya turut memengaruhi keterikatan pemilih terhadap partai. Masyarakat lebih mudah berpindah pilihan karena tidak memiliki ikatan ideologis yang kuat dengan partai tertentu.

Adi menegaskan, partai politik seharusnya tidak hanya hadir ketika membutuhkan suara masyarakat. Partai perlu menjalankan fungsi politik secara berkelanjutan, termasuk melakukan pendidikan politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, partai politik tidak hanya dipandang sebagai kendaraan untuk meraih kekuasaan, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam menghasilkan calon pemimpin dan menentukan arah pembangunan negara.

Tags: Adi Prasetyoideologi partaiMetapos.idpartai politikParty IDPemilupengamat politikpolitik indonesia
Previous Post

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

Next Post

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Related Posts

Kemenhaj menyiapkan pedoman pengawasan haji reguler untuk memastikan layanan sesuai kontrak, melindungi keselamatan, dan memenuhi hak jemaah.
Nasional

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

23 October 2026
Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?
Nasional

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

23 October 2026
357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Next Post
Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini