Metapos.id, Jakarta — Temuan sejumlah jalur sesar aktif di Jawa Timur, termasuk yang melintasi Surabaya, Pasuruan, dan Bangkalan, mendapat perhatian masyarakat. Meski memiliki potensi gempa, BMKG mengingatkan warga agar tidak panik.
Pelaksana Harian Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena, menjelaskan bahwa keberadaan sesar aktif tidak dapat diartikan sebagai tanda gempa akan segera terjadi. Hingga saat ini, waktu terjadinya gempa bumi belum dapat diketahui secara pasti.
“Sebab itu masyarakat diimbau untuk tenang dan tetap waspada,” dikutip dariberbagaisumber, Rabu (9/9/2026).
Ardhasena juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait gempa. Informasi yang belum jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan.
Masyarakat dianjurkan mendapatkan informasi mengenai aktivitas kegempaan melalui sumber resmi BMKG. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kepanikan akibat kabar yang tidak terverifikasi.
Di sisi lain, kesiapsiagaan menghadapi gempa perlu dilakukan sejak dini. Salah satu caranya dengan memastikan bangunan rumah maupun fasilitas umum memiliki struktur yang mampu menghadapi guncangan.
Kondisi di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Perabotan sebaiknya ditempatkan dengan aman agar tidak mudah roboh ketika terjadi gempa. Selain itu, warga perlu mengenali jalur evakuasi dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi guncangan.
“Penataan ruang interior yang aman, memahami rambu dan jalur evakuasi dan latihan evakuasi mandiri,” tuturnya.
BMKG juga terus mendorong penguatan mitigasi bencana melalui penyusunan peta sumber dan bahaya gempa. Peta tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Keberadaan peta bahaya gempa dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun tata ruang serta merancang infrastruktur yang lebih memperhatikan aspek keselamatan terhadap gempa.
Tiga Jalur Sesar Aktif di Jawa Timur
Ardhasena sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat beberapa jalur sesar aktif di Jawa Timur yang telah dipetakan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen).
Salah satunya adalah Sesar Java Back-arc thrust Surabaya yang melintasi wilayah Surabaya. Sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum mencapai 6,7.
“Potensi magnitudo maksimumnya M 6,7,” kata Ardhasena.
Selain itu, terdapat Sesar Pasuruan yang berada di wilayah Pasuruan. Berdasarkan kajian tersebut, sesar ini memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum 6,4.
Jalur sesar lainnya berada di Bangkalan, yakni RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng. Masing-masing sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum 6,7 dan 6,5.
BMKG menekankan bahwa informasi mengenai potensi magnitudo bukan berarti gempa dengan kekuatan tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Sampai sekarang, belum ada metode yang dapat menentukan secara pasti waktu terjadinya gempa.
Karena itu, masyarakat di Jawa Timur diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Warga juga disarankan mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari BMKG dan memahami langkah mitigasi gempa sejak sebelum bencana terjadi.







