Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Soetta

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
7 September 2026
in Nasional
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.

Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.

Metapos.id, Jakarta – Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih ditutup sementara pada Senin (7/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau maskapai menggunakan enam bandara alternatif untuk mengurangi penumpukan penumpang akibat penutupan Soetta.

BACA JUGA

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

“Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk menggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo. Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal,” kata Dudy, dikutip dari berbagai sumber, Senin (07/09/2026).

Enam bandara yang disiapkan sebagai alternatif yakni Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah, Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, serta Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah.

Dudy mengatakan penutupan operasional Soetta berlaku hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9/2026), dengan keputusan operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik.

“Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. Namun demikian kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Apabila terjadi perubahan, kami akan segera menginformasikannya. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik,” ujarnya.

Selain Soetta, abu vulkanik Anak Krakatau turut berdampak pada Bandara Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara.

Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam yang sebelumnya sempat ditutup telah kembali beroperasi normal pada pukul 09.00 WIB.

Secara keseluruhan, abu vulkanik Anak Krakatau berdampak terhadap 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang sejak 5 September 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak di bandara yang berstatus ditutup sementara, sedangkan 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak akibat penyesuaian rute.

Tags: Abu vulkanikBandara Soekarno-HattaGunung Anak KrakatauHeadlineMetapos.idSoetta ditutup
Previous Post

Lima Tahun Berturut-turut, Novo Nordisk Pertahankan Predikat Best Place to Work

Next Post

Malaysia Hentikan Status Darurat Sarawak Imbas Kabut Asap

Related Posts

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes
Nasional

Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes

22 October 2026
BKSDA Jawa Tengah merekam seekor macan tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Barat saat pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.
Nasional

BKSDA Pantau Keberadaan Macan Tutul Jawa di Nusakambangan

21 October 2026
Next Post
Malaysia Hentikan Status Darurat Sarawak Imbas Kabut Asap

Malaysia Hentikan Status Darurat Sarawak Imbas Kabut Asap

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini