Metapos.id, Jakarta — Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu mempertimbangkan reshuffle untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
Sejumlah tokoh juga mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk masuk ke dalam kabinet. Nama Sandiaga Salahuddin Uno dan Mahfud MD menjadi beberapa figur yang dinilai mempunyai kapasitas untuk membantu pemerintahan.
Dorongan tersebut mencuat setelah sejumlah lembaga survei mempublikasikan hasil penelitian mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah berada di angka 51,1 persen. Sementara itu, hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 47 persen.
Dalam survei terbarunya, Poltracking Indonesia juga menemukan adanya dorongan dari sebagian besar responden agar Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet.
Sebanyak 51,9 persen responden menilai perombakan kabinet diperlukan. Sebaliknya, 27,9 persen menyatakan reshuffle belum diperlukan.
Bidang ekonomi dan hukum menjadi sektor yang paling banyak mendapat sorotan responden. Kedua bidang tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam upaya meningkatkan kinerja pemerintahan.
Menanggapi hasil survei tersebut, Sekretaris Jenderal Rumah Sandi Uno Indonesia (RSI), Denny H. Suryo Prabowo, menilai Sandiaga Uno mempunyai sejumlah pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pemerintah saat ini.
“Sandiaga Uno bisa jadi salah satu striker untuk meningkatkan kinerja kabinet saat ini. Apa yang dibutuhkan Presiden Prabowo dan dibutuhkan Indonesia, ada di Sandiaga Uno,” katanya, dikutip dari berbagai Sumber, Minggu (6/9/2026).
Sandiaga dinilai memiliki pengalaman yang cukup kuat untuk menempati posisi di sektor ekonomi. Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman profesional dan kiprahnya di bidang usaha, investasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
“Kita semua tahu pengalaman Sandi Uno di dunia usaha, dukungan kepada UMKM, ekonomi kreatif, dan penciptaan lapangan kerja. Termasuk jaringan beliau yang luas dengan investor dan pelaku usaha. Sandiaga Uno cocok menjadi striker investasi di pemerintahan Pak Prabowo,” ucapnya.
Denny juga mengaitkan kebutuhan penguatan kabinet dengan perhatian Presiden Prabowo terhadap persoalan penegakan hukum, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran di sektor ekonomi.
“Pak Prabowo concern terhadap kinerja antikorup. Banyak kebijakan-kebijakan beliau dilakukan untuk menghentikan praktik korupsi berkaitan dengan anggaran Negara di pos-pos ekonomi. Sandiaga Uno orang yang tidak perlu diragukan lagi dari sisi integritas,” tutur Denny.
Selain pengalaman di bidang ekonomi, Sandiaga disebut mempunyai hubungan politik yang cukup baik dengan berbagai pihak. Hubungan tersebut tetap terjaga meskipun dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Gerindra.
“Dalam politik, Sandi Uno adalah tokoh yang bisa dibilang tidak memiliki musuh politik. Bahkan setelah keluar dari Gerindra, hubungan beliau dengan Pak Prabowo maupun kader Gerindra lainnya masih sangat baik,” paparnya.
Pengalaman Sandiaga saat menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menjadi salah satu alasan dirinya dinilai layak dipertimbangkan. Kinerjanya di sektor pariwisata disebut masih mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.
“Track record sebagai menteri sudah terbukti, Sandi Uno sangat totalitas. Nasionalisme dan patriotismenya juga sejalan dengan karakter Pak Prabowo. Sampai sekarang, meskipun tidak menjadi pejabat publik, beliau tetap konsisten membantu rakyat,” ungkapnya.
Menurut Denny, reshuffle kabinet sebaiknya tidak sekadar dimaknai sebagai pergantian pejabat. Perombakan kabinet dinilai harus diarahkan untuk menghadirkan figur yang mampu bekerja secara cepat, berintegritas, dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.
“Kami tidak sedang meminta jabatan untuk Sandiaga. Kami hanya melihat bahwa dalam situasi pemerintah membutuhkan penguatan kabinet, pengalaman dan kapasitas Sandiaga merupakan salah satu opsi yang patut dipertimbangkan Presiden,” ucapnya.







