Metapos.id, Jakarta – Mantan anggota tim keamanan Meta, Arturo Bejar, menilai uang damai yang disepakati perusahaan untuk mengakhiri gugatan terkait kecanduan media sosial tidak cukup untuk melindungi anak-anak.
Kesepakatan tersebut diumumkan dalam persidangan federal untuk menyelesaikan klaim California dan 28 negara bagian AS lainnya yang menuduh Meta sengaja merancang Facebook dan Instagram agar membuat pengguna di bawah umur kecanduan serta menyesatkan publik mengenai risikonya.
Selain pembayaran sekitar US$17 miliar, Meta diwajibkan menerapkan sejumlah pembatasan baru bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.
Kepada Politico pada Senin (31/8/2026), Bejar mengatakan dirinya telah berbicara dengan sekitar 40 orang tua yang berduka dan menilai media sosial semestinya bertanggung jawab atas kematian anak-anak mereka.
“Perubahan ini tidak akan menyelamatkan satu pun nyawa mereka jika sudah diterapkan,” katanya.
“Meta dapat mendefinisikan bahaya sesuai dengan definisi mereka sendiri, dan mereka dapat menerapkannya pada hal-hal yang sudah mereka lakukan,” ungkap Bejar.
Berdasarkan kesepakatan itu, pengguna di bawah umur akan menghadapi batas penggunaan Facebook dan Instagram selama dua jam per hari secara default serta pemblokiran sebagian besar penggunaan pada tengah malam hingga pukul 06.00, kecuali orang tua menonaktifkan pembatasan.
Notifikasi juga akan dibisukan selama jam sekolah, jumlah suka disembunyikan, serta filter yang mensimulasikan operasi kosmetik atau riasan ekstrem dilarang.
Pengguna muda juga dapat memilih umpan yang tidak dipersonalisasi, sementara auditor independen akan memantau kepatuhan Meta.
Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan langkah lebih lanjut masih diperlukan, meski kesepakatan tersebut dinilai memberikan perlindungan penting bagi anak-anak dan remaja.
Meta membantah melakukan kesalahan dan menolak tuduhan bahwa Facebook serta Instagram sengaja dibuat adiktif.
Perusahaan juga menyatakan bahwa “kecanduan media sosial” bukan kondisi kejiwaan yang diakui.
Dengan kesepakatan tersebut, tuduhan terhadap Meta tidak akan diputuskan oleh juri dan CEO Meta Mark Zuckerberg tidak perlu memberikan kesaksian dalam persidangan.
Meta masih menghadapi ribuan tuntutan hukum terpisah terkait dugaan kerugian terhadap pengguna muda, sementara Komisi Eropa bulan lalu juga menemukan pelanggaran DSA terkait desain Facebook dan Instagram yang dinilai adiktif.







