Metapos.id, Jakarta – Kebiasaan tidur terlalu larut ternyata dapat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan anak, termasuk perkembangan tinggi badan. Anak yang sering kurang tidur berisiko mengalami pertumbuhan yang kurang optimal.
Dosen IPB University dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), dr. Ditia Gilang Shah Putra Rahim, SpA, MARS, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan produksi hormon pertumbuhan.
“Benar. Kebiasaan tidur terlalu malam dapat memengaruhi tinggi badan anak. Anak yang kurang tidur berisiko memiliki tinggi badan yang lebih pendek. Hal ini berhubungan dengan produksi hormon pertumbuhan yang paling banyak keluar selama anak tidur,” ujarnya dikutip dari laman IPB University.
Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak. Produksinya mencapai puncak ketika anak memasuki fase tidur dalam atau deep slow-wave sleep (SWS), yang merupakan bagian dari tidur non-rapid eye movement (NREM).
Pada fase tersebut, hormon pertumbuhan dilepaskan ke aliran darah. Hormon ini kemudian membantu memperbaiki jaringan tubuh, membangun otot, serta mendukung kekuatan tulang.
Pertumbuhan tinggi badan memang mengalami peningkatan pesat ketika anak memasuki masa pubertas. Namun, kondisi tersebut sebaiknya didukung sejak sebelum pubertas melalui kebiasaan hidup yang sehat.
Asupan Bergizi Tak Kalah Penting
Selain mencukupi kebutuhan tidur, orangtua juga perlu memperhatikan pola makan anak. Susu saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan secara optimal.
“Jadi konsumsi susu saja tidak cukup. Harus ada kombinasi dari variasi zat gizi makro dan mikro yang seimbang,” kata dr. Gilang, dikutip dari berbagai sumber, (23/08/2026).
Anak membutuhkan berbagai nutrisi, seperti karbohidrat kompleks, protein hewani, lemak, vitamin D, vitamin K, kalsium, zink, magnesium, dan fosfor. Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam mendukung perkembangan tulang dan pertumbuhan tubuh.
Sementara itu, suplemen hanya diperlukan sebagai tambahan apabila anak mengalami kekurangan nutrisi tertentu atau memiliki gangguan dalam penyerapan zat gizi.
Orangtua juga disarankan membiasakan anak tidur dan bangun pada waktu yang konsisten. Aktivitas fisik secara rutin juga penting untuk menunjang tumbuh kembang.
Selain itu, penggunaan gawai sebaiknya dihentikan setidaknya satu jam sebelum anak tidur agar waktu istirahat lebih berkualitas.
Kebutuhan Tidur Anak Berdasarkan Usia
Kebutuhan tidur anak berbeda-beda berdasarkan kelompok usia. Berikut rekomendasi durasi tidur dalam 24 jam:
– Bayi 4-12 bulan: 12-16 jam, termasuk tidur siang.
– Anak usia 1-2 tahun: 11-14 jam, termasuk tidur siang.
– Anak usia 3-5 tahun: 10-13 jam, termasuk tidur siang.
– Anak usia 6-12 tahun: 9-12 jam.
– Remaja usia 13-18 tahun: 8-10 jam.
Karena itu, orangtua perlu memastikan anak memperoleh waktu tidur yang cukup, pola makan bergizi seimbang, serta aktivitas fisik yang sesuai dengan usianya. Ketiga faktor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal.






