Metapos.id, Jakarta – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Kongo) kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Data pemerintah mencatat sedikitnya 2.325 orang meninggal dunia akibat wabah tersebut.
Jumlah korban itu telah melampaui angka kematian pada wabah Ebola periode 2018-2020. Total kasus terkonfirmasi juga melonjak menjadi 4.945 kasus, termasuk 101 kasus baru yang ditemukan dalam 24 jam.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan wabah tersebut berpotensi melampaui rekor wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan 11.310 orang dari 28.616 kasus.
Krisis kesehatan ini telah menyebar ke enam dari 26 provinsi di Kongo. Provinsi Ituri menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni lebih dari 3.400 kasus.
Wabah kali ini juga disebut sebagai penularan virus tercepat yang pernah terjadi di Kongo. Lebih dari 2.000 orang meninggal dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi untuk galur virus Bundibugyo yang menjadi penyebab wabah.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya menyatakan dua vaksin yang dikembangkan untuk galur Bundibugyo sedang menjalani uji coba pada manusia. Uji klinis untuk dua kandidat pengobatan juga telah dimulai di Ituri.
Spesialis kesehatan masyarakat Thomas Parisch menyoroti banyaknya pasien yang terlambat teridentifikasi.
“Normalnya, seiring berjalannya wabah, rasio fatalitas kasus harusnya turun saat pelacakan kontak membaik dan pasien diidentifikasi serta diobati lebih awal,” tuturnya, dikutip dari berbagai sumber.
“Sebaliknya, kami masih melihat banyak kasus terdeteksi sangat terlambat, ketika pengobatan kecil kemungkinannya untuk berhasil, dengan banyak yang baru teridentifikasi setelah mereka meninggal di masyarakat,” paparnya.
Wabah juga telah melintasi perbatasan ke Uganda, yang mencatat sedikitnya 20 kasus. Namun, belum ada penularan komunitas baru yang dilaporkan di negara tersebut.







