Metapos.id, Jakarta – Sebanyak 584 pemukim Israel kembali memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis (13/08/2026).
Aksi tersebut berlangsung melalui Gerbang Maroko di sisi barat kompleks dengan perlindungan dari polisi Israel.
“Setidaknya 584 pemukim menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa tersebut pada pagi hari melalui Gerbang Maroko di sisi barat di bawah perlindungan polisi,” ungkap seorang pejabat Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang meminta identitasnya dirahasiakan, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (14/08/2026).
Pejabat tersebut memperkirakan jumlah pemukim yang memasuki kompleks dapat bertambah setelah salat Zuhur.
Menurut saksi mata, aksi itu diwarnai ritual Talmud, doa, dan tarian yang dinilai melanggar status quo yang telah lama berlaku di kompleks Masjid Al Aqsa.
Aksi penerobosan biasanya meningkat pada hari pertama bulan baru dalam kalender Ibrani, seperti yang terjadi pada Kamis tersebut.
Israel secara sepihak mulai mengizinkan pemukim memasuki kompleks Masjid Al Aqsa pada 2003, dengan aksi serupa berlangsung setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.
Jumlah pemukim yang terlibat dalam aksi tersebut juga disebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Masjid Al Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam, sementara umat Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci.
Sebelumnya, pada Kamis (23/07/2026), lebih dari 2.300 pemukim Israel juga dilaporkan memasuki kompleks tersebut dalam aksi yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang 2026.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam aksi tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang bertujuan mengubah status quo historis dan hukum di situs tersebut.







