Metapos.id, Jakarta — Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata merupakan salah satu lokasi penting yang menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para tokoh yang berkontribusi bagi Indonesia.
Kompleks pemakaman yang berada di Jakarta Selatan tersebut tidak hanya menjadi tempat peristirahatan para pahlawan. Sejumlah pejabat negara, anggota militer, diplomat, tokoh masyarakat, hingga kalangan intelektual juga dimakamkan di kawasan tersebut.
TMP Kalibata kerap menjadi lokasi kegiatan kenegaraan, terutama saat agenda ziarah nasional. Pejabat pemerintah, keluarga pahlawan, dan masyarakat juga datang untuk mengenang serta memberikan penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa.
Berawal dari Pemakaman di Ancol
Sebelum kompleks TMP Kalibata berdiri, pemakaman bagi para pahlawan di Jakarta berada di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Pada masa itu, wilayah Ancol masih didominasi rawa dan hutan belukar. Kondisi tersebut membuat kawasan itu dinilai kurang ideal untuk dikembangkan sebagai kompleks pemakaman pahlawan.
Pemerintah kemudian menyiapkan lokasi baru di Kalibata dengan luas lahan sekitar lima hektare. Pembangunan kompleks tersebut dimulai pada 1953.
Proses pembangunan melibatkan sejumlah pihak, termasuk arsitek Indonesia, kontraktor asal Belanda, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Arsitek Friedrich Silaban dipercaya menjadi salah satu perancang utama. Ia sebelumnya juga terlibat dalam perencanaan kompleks pemakaman pahlawan di Ancol.
Pembangunan kawasan tersebut dikerjakan oleh Algemeen Ingenieurs- en Architecten Bureau bersama Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium.
Diresmikan pada Hari Pahlawan
Kompleks pemakaman di Kalibata kemudian diresmikan pada 10 November 1954. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Seiring perkembangannya, TMP Kalibata kemudian memperoleh status sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1976.
Pengelolaan kawasan tersebut selanjutnya kembali diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 1984.
Dari luas awal sekitar lima hektare, kawasan TMP Kalibata kemudian berkembang hingga mencapai kurang lebih 23 hektare.
Ribuan Makam Tokoh Bangsa
TMP Kalibata kini menjadi salah satu kompleks pemakaman tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Data hingga Agustus 2020 mencatat jumlah makam di kawasan tersebut telah melampaui 10.100 unit.
Keberadaan ribuan makam itu menjadikan TMP Kalibata bukan sekadar tempat pemakaman. Kawasan tersebut juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa serta menghargai pengabdian para tokoh kepada Indonesia.
Setiap kegiatan ziarah dan penghormatan di TMP Kalibata menjadi pengingat bahwa jasa para pahlawan dan tokoh bangsa merupakan bagian penting dari perjalanan Indonesia.







