Metapos.id, Jakarta – Karoline Leavitt resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Sekretaris Pers Gedung Putih yang akan berlaku pada akhir Agustus 2026 untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak-anak dan keluarganya.
Meski meninggalkan posisi sebagai juru bicara resmi Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan Leavitt tetap memiliki peran penting di lingkaran dekatnya.
“Juru bicara Gedung Putih kita yang luar biasa, sekaligus salah satu ajudan tepercaya saya, Karoline Leavitt, akan mengakhiri tugasnya pada akhir bulan ini agar ia dapat meluangkan lebih banyak waktu bagi anak-anaknya yang masih kecil dan keluarganya,” ujar Trump dikutip dari berbagai sumber, Kamis (13/08/2026).
Keputusan tersebut diambil beberapa pekan setelah Leavitt kembali bekerja usai melahirkan anak keduanya, Viviana, pada Mei lalu, setelah sebelumnya sempat menunda cuti melahirkan karena situasi keamanan yang melibatkan Trump.
“Saya merasa dalam hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan oleh kedua anak saya yang masih kecil,” ungkap Leavitt.
Pada usia 28 tahun, Leavitt tercatat sebagai sekretaris pers kepresidenan AS termuda dalam sejarah dan dikenal vokal ketika menghadapi pertanyaan para wartawan dalam sesi pengarahan Gedung Putih.
“Saya sangat menikmati peran dalam meminta pertanggungjawaban media liberal serta memastikan rakyat Amerika mendengar kebenaran mengenai berbagai keberhasilan Presiden Trump,” tegas Leavitt.
Meski tak lagi berada dalam struktur formal pemerintahan, Leavitt disebut akan tetap membantu Trump sebagai penasihat luar dan menjadi sosok berpengaruh di Partai Republik.
Kariernya bersama Trump telah berlangsung sejak periode pertama kepresidenan sebelum berlanjut sebagai juru bicara utama tim kampanye Trump pada Pemilu 2024 dan pencalonannya sebagai anggota Kongres AS dari New Hampshire pada 2022.
“Perjuangan saya memasuki babak baru, namun masih jauh dari kata usai,” pungkasnya.







