Metapos.id, Jakarta – Hujan menjadi fenomena alam yang umum terjadi di berbagai belahan dunia. Namun, terdapat sejumlah wilayah yang dikenal memiliki curah hujan sangat rendah, bahkan nyaris tidak pernah mengalami hujan selama bertahun-tahun.
Berikut sembilan wilayah di dunia yang terkenal sebagai daerah paling kering:
1. Arica, Chili
Kota Arica berada di pesisir utara Chili, tepat di tepi Gurun Atacama. Wilayah ini memiliki rata-rata curah hujan sekitar 0,76 milimeter per tahun, bahkan dalam beberapa tahun tidak tercatat hujan sama sekali.
Meski sangat kering, Arica memiliki kabut alami yang dikenal sebagai camanchaca. Kabut tersebut memberikan sedikit kelembapan sehingga masih mampu menopang kehidupan sejumlah tumbuhan dan satwa. Penduduk setempat juga menerapkan pengelolaan air secara ketat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Gurun Atacama, Chili
Gurun Atacama merupakan salah satu kawasan paling kering di dunia. Sebagian wilayahnya tidak mencatat hujan selama bertahun-tahun dan hanya menerima curah hujan kurang dari satu milimeter setiap tahun.
Bentang alamnya yang menyerupai permukaan Mars membuat kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian dan simulasi eksplorasi luar angkasa. Flora dan fauna di Atacama mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan kabut pagi serta air bawah tanah.
3. Aswan, Mesir
Aswan yang berada di kawasan Gurun Nubia memiliki curah hujan tahunan kurang dari satu milimeter. Bahkan, beberapa tahun berlalu tanpa hujan sama sekali.
Meski demikian, keberadaan Sungai Nil menjadi sumber utama kehidupan masyarakat setempat, termasuk untuk kebutuhan pertanian dan pasokan air.
4. Ica, Peru
Ica merupakan kota di pesisir selatan Peru yang berada dekat Gurun Atacama. Curah hujan di wilayah ini kurang dari 2,5 milimeter per tahun.
Kondisi tersebut dipengaruhi Arus Humboldt yang membawa udara laut dingin serta Pegunungan Andes yang menghalangi masuknya udara lembap. Aktivitas pertanian tetap berjalan dengan memanfaatkan air sungai dan cadangan air tanah.
5. Wadi Rum, Yordania
Wadi Rum dikenal sebagai kawasan gurun berbatu dengan panorama alam yang unik. Wilayah ini hanya menerima curah hujan sekitar 15 milimeter setiap tahun.
Kondisi kering terjadi karena letaknya berada di daerah bayangan hujan. Meski demikian, masyarakat Badui telah lama beradaptasi dan mampu bertahan hidup di lingkungan gurun tersebut.
6. Lembah Kering McMurdo, Antartika
Meski berada di Antartika, kawasan McMurdo Dry Valleys termasuk salah satu tempat paling kering di Bumi. Curah hujan hampir tidak pernah terjadi dan tingkat kelembapannya sangat rendah.
Wilayah ini banyak dimanfaatkan ilmuwan untuk mempelajari kehidupan di lingkungan ekstrem yang dianggap memiliki kemiripan dengan kondisi di planet lain.
7. Gurun Sahara, Afrika
Sebagai gurun panas terbesar di dunia, Sahara membentang di sejumlah negara Afrika Utara. Sebagian besar wilayahnya menerima curah hujan yang sangat minim setiap tahun.
Walaupun kondisi alamnya ekstrem, berbagai spesies tumbuhan, satwa, dan komunitas manusia mampu beradaptasi untuk bertahan hidup.
8. Gurun Arab, Timur Tengah
Gurun Arab membentang di sebagian besar Semenanjung Arab, meliputi Arab Saudi, Oman, hingga Uni Emirat Arab. Curah hujan di kawasan ini sangat rendah dengan bentang alam yang didominasi hamparan pasir luas.
Selain dikenal sebagai kawasan gurun, wilayah ini juga memiliki cadangan sumber daya alam yang berperan penting bagi perekonomian dunia.
9. Death Valley, Amerika Serikat
Death Valley di California merupakan salah satu lokasi terpanas sekaligus terkering di Amerika Utara. Kawasan ini pernah mencatat suhu tertinggi di Bumi, mencapai 56,7 derajat Celsius.
Hujan sangat jarang turun. Namun ketika terjadi, air hujan dapat memicu banjir bandang yang mengubah lanskap gurun. Kondisi alam yang unik menjadikan Death Valley sebagai salah satu destinasi wisata alam terkenal di Amerika Serikat.







