Metapos.id, Jakarta – Vietnam tercatat sebagai negara dengan konsumsi daging babi tertinggi di kawasan Asia Tenggara berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) 2020. Sebaliknya, Indonesia berada di posisi paling akhir dengan tingkat konsumsi terendah di antara negara-negara ASEAN.
Data tersebut menunjukkan rata-rata konsumsi daging babi masyarakat Vietnam mencapai 38,2 kilogram per kapita per tahun. Di posisi kedua terdapat Singapura dengan konsumsi 22 kilogram, diikuti Myanmar yang mencatat 20,1 kilogram per kapita setiap tahun.
Peringkat berikutnya ditempati Filipina dengan konsumsi 14,5 kilogram, Laos 13,5 kilogram, Thailand 13,1 kilogram, Timor-Leste 11,5 kilogram, Malaysia 7,4 kilogram, dan Kamboja 5,9 kilogram per kapita per tahun.
Sementara itu, Indonesia berada di urutan terakhir dengan tingkat konsumsi sekitar 0,9 kilogram per kapita per tahun, menjadikannya negara dengan konsumsi daging babi paling rendah di kawasan Asia Tenggara.
Perbedaan tingkat konsumsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, tradisi kuliner, serta komposisi penduduk di masing-masing negara. Di Indonesia, rendahnya konsumsi daging babi berkaitan dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam sehingga daging babi bukan bagian dari pola makan sehari-hari.
Berikut daftar konsumsi daging babi per kapita di ASEAN berdasarkan data FAO 2020:
1. Vietnam: 38,2 kg
2. Singapura: 22 kg
3. Myanmar: 20,1 kg
4. Filipina: 14,5 kg
5. Laos: 13,5 kg
6. Thailand: 13,1 kg
7. Timor-Leste: 11,5 kg
8. Malaysia: 7,4 kg
9. Kamboja: 5,9 kg
10. Indonesia: 0,9 kg







