Metapos.id, Jakarta – Insiden ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga dipicu perselisihan antarpedagang. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) itu kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat pedagang berinisial S terlibat adu mulut dengan pedagang lain berinisial E. Perselisihan tersebut sempat dilerai warga di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, AAS yang merupakan saudara S datang ke tempat kejadian. Sesaat setelah kedatangannya, terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari aksi AAS.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Andi mengatakan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim terkait untuk mengungkap penyebab ledakan tersebut.
“Petugas masih melakukan serangkaian penyelidikan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti peristiwa ini,” ujarnya.
Dalam proses penyidikan, Densus 88 Antiteror turut melakukan penggeledahan di rumah AAS. Penggeledahan berlangsung lebih dari dua jam dan menghasilkan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan.
Dari lokasi, petugas menyita 13 barang bukti, di antaranya senapan angin, peluru mimis, serta beberapa cairan kimia yang kini masih diperiksa lebih lanjut.
Ketua RT setempat, Ade Mumu, menyebut AAS dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
“Kalau pulang ke rumah hanya sebentar, setelah itu pergi lagi. Memang jarang bersosialisasi dengan lingkungan,” katanya.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan tiga orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut, yakni AAS, S, dan E. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden ledakan tersebut.







