Metapos.id, Jakarta – Pemerintah masih menggodok besaran anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menanggapi isu yang menyebut alokasi dana program tersebut akan dipangkas menjadi sekitar Rp174 triliun.
Purbaya menegaskan pembahasan anggaran masih berlangsung sehingga belum ada keputusan mengenai nilai akhir yang akan dialokasikan. Ia juga mengatakan belum menerima usulan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait besaran pengurangan anggaran.
“Masih kami diskusikan,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan BGN memang sempat menyampaikan rencana untuk melakukan penyesuaian anggaran. Namun hingga kini, usulan tersebut belum masuk dalam dokumen resmi yang dibahas Kementerian Keuangan.
“Kata BGN akan mengurangi, tapi saya belum dapat angkanya. Ini belum masuk,” katanya.
Di sisi lain, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menilai masih terdapat peluang untuk mengefisienkan belanja Program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan perhitungan Banggar, penghematan anggaran diperkirakan bisa mencapai Rp68 triliun hingga Rp80 triliun.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyebut potensi efisiensi tersebut diperoleh dari hasil kajian internal lembaganya. Menurutnya, ruang penghematan masih cukup besar apabila program dijalankan dengan lebih efektif.
“Kalau hitung-hitungan Banggar, sebenarnya dari Rp268 triliun itu efisiensi moderat sekitar Rp68 triliun. Kalau mau lebih efisien lagi, bisa mencapai sekitar Rp80 triliun. Kita tunggu saja,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Sejauh ini, pemerintah bersama DPR masih melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk tahun 2027. Keputusan mengenai besaran dana yang akan dialokasikan baru akan ditetapkan setelah seluruh proses pembahasan rampung.







